Umum

Sempat Minta Bantuan Kapolri dan Jokowi, Anak Lurah Purwodadi yang Hilang Sudah Ketemu .

Widodo SP 2 months ago 1.1k

Berita hilangnya anak semata wayang dari Hendro Sutopo (56), Lurah Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berinisial KYI (19), selama dua bulan menarik perhatian saya untuk membahas. Apalagi lewat lansiran pemberitaan Kompas.com saya mendapati informasi bahwa kehilangan ini sampai melibatkan Kapolri hingga Presiden Jokowi, buat dimintai bantuan menemukan anaknya yang hilang itu.

Pihak keluarga memang berupaya keras buat mencari KYI, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) itu, termasuk tindakan sang ayah dengan menyebarkan video informasi kehilangan anak melalui media sosial dengan meminta bantuan Presiden Joko Widodo hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk "membantu mencari" anaknya.

Daaan ... kabar terbaru, KYI sudah ditemukan di Kulon Progo, DIY, di rumah seorang teman wanitanya, dalam keadaan baik. Informasi yang disampaikan oleh pihak berwajib menyebutkan bahwa KYI ini suntuk kuliah, lalu memutuskan buat "kabur sementara" tanpa kabar sehingga sukses membuat orangtuanya panik dan bingung


Orangtua saya pernah kehilangan anak di tengah kerumunan publik saat berkunjung ke Kebon Binatang Surabaya (KBS), lalu dalam kepanikan tapi masih menggunakan logika sehat, menghubungi pihak informasi dan sekuriti KBS sehingga bisa bertemu kembali dengan anaknya.

Saya pernah juga dianggap ketinggalan kereta di Madiun, gara-gara membeli pecel dan masih belum tampak kembali ketika kereta mulai berjalan meninggalkan stasiun. Logika waras kembali bekerja di tengah kepanikan, dengan saya bergegas naik ke gerbong terdekat supaya setidaknya bisa ngikut dulu sebelum berjalan ke gerbong dimana orangtua saya duduk.

Orangtua saya yang sempat panik juga sudah melaporkan kepada Polsuska, yang tak lama segera menunjuk ke arah belakang dengan berkata: 

"Lha itu anaknya nggak ketinggalan."*


Reaksi panik sangat wajar bagi orangtua mana pun ketika anaknya tanpa kabar selama dua bulan. Mungkin yang belum diungkap oleh media adalah alasan kuat yang melatarbelakangi KYI untuk "minggat" sementara, dengan dalih suntuk kuliah.

Dalam hal ini, saya menduga mungkin ada komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara KYI dan orangtuanya. Relasi mereka mungkin sedang buruk antara orangtua dan anak.

Kalau nggak begitu, masa' di tengah kemudahan zaman ini dia nggak bisa kontak orangtuanya minimal buat pamitan gara-gara suntuk kuliah? Teman KYI juga begitu, kalau tahu temannya kabur selama dua bulan, kok ya kebangetan diam saja? Meski mungkin juga temannya ini disuruh diam tanpa boleh ikut campur, atau nggak tahu cara menghubungi orangtua KYI.


Ya semoga saja setelah ketemu ini, jika memang ada masalah yang dialami KYI, semoga bisa ditemukan solusinya. Semisal relasi orangtua-anak sedang terganggu, semoga juga bisa pulih ya.

Semoga pula dalam rentang waktu dua bulan ini, hal-hal yang kerap dikhawatirkan orangtua soal pengaruh pergaulan buruk (kalau anak gadisnya hilang tanpa kabar) jangan sampai terjadi ya. Bagaimana menurut Anda, SEWORD-ers?

Begitulah kura-kura...


Sumber berita:

https://regional.kompas.com/read/2022/08/08/084441878/ayah-menangis-putrinya-hilang-hingga-minta-bantuan-presiden-ternyata-lala