Umum

Pjs Gubernur DKI Pak Heru Buktikan Bahwa Capres Nasdem Gak Bisa Kerja!!!!.

cak soed 3 days ago 1.7k

Hari ini 24 Januari 2024, Presiden Republik Indonesia, yang dikenal dengan pembangunan infrastrukturnya yang anti mangkrak yaitu pak Joko Widodo, meninjau pergerakan proyek sodetan kali Ciliwung, proyek yang sudah dicanangkan sejak 6 tahun yang lalu dan tiba-tiba saja berhenti saat Jakarta dipegang oleh Gubernur hasil mega demo 7 Milyar manusia di Monas. Hasilnya, Jakarta tetap banjir dan proyek jadi mangkrak, untungnya dia sudah habis masa jabatannya dan akhirnya sejak dipegang Pjs Gubernur pak Heru, proyek Sodetan kali Ciliwung ini akhirnya berjalan kembali dan Jokowi dan kita semua optimis akan selesai di bulan April tahun ini.

Proyek Sodetan Kali Ciliwung ini adalah proyek Pemerintan pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Dan pembagian tugasnya yaitu bahwa Pemprov DKI Jakarta kebagian pekerjaan proses pembebasan lahannya, adapun anggaran pembebasan lahannya adalah anggaran pemerintah pusat. Nah disini terlihat bahwa si gabener pilihan 212 itu terbelenggu oleh ucapannya sendiri sehingga dia lebih baik mendiamkan proyek ini dan membiarkan banjir terjadi daripada melakukan penggusuran.

Padahal pembuatan Sodetan Ciliwung dibangun untuk memecah Kali Ciliwung ke KBT supaya tidak banjir. Diharapak dengan sodetan dapat mengalihkan debit banjir Ciliwung ke KBT sebesar 60 meter kubik per detik. yang pastinya bisa mengurangi banjir di Jakarta.

Baca artikel detiknews, "Apa yang Terjadi pada Proyek Sodetan Ciliwung Selama 6 Tahun Mangkrak?" selengkapnya

Dari sini saja kita bisa menilai mana pemimpin yang memikirikan rakyat nya dan mencari solusi untuk mensejahterakan rakyatnya, dan mana yang tidak. Pjs Heru kelihatan sekali bahwa beliau melaksanakan tugas yang diembannya tanpa beban politik sedikitpun, tidak ada janji-janji manis yang dibuatnya. Disinipun Jokowi menunjukan bahwa apabila pemimpin daerah bekerja sama dengan pusat dalam hal ini Kementerian PUPR maka pasti pembangunan berjalan lancar, sudah seharusnya tidak ada kompetisi antara pemerintah dan pusat, karena rakyat adalah segalanya.

Nah yang heran disini, bahwa pemimpin yang nyata-nyata ga bisa kerja itu, malah digadang-gadang sebagai best of the best dan bahkan dicalonkan sebagai calon presiden oleh partai Nasdem, aneh sekali bukan, apa di Nasdem tidak ada orang pintar yang bisa baca berita? Tentu saja ada, orang-orang cerdas dan berhati nurani tentu saja langsung mundur saat Nasdem mendeklarasikan bapak politik identitas itu menjadi capresnya. Dan sudah pasti rakyat pendukung Nasdem tidak mau dibodohi oleh elit partainya, akhirnya survey membuktikan Nasdem anjlok, ambles, seperti mobil yang ambles masuk ke sumur resapan. Makanya ojo kesusu, jangan buru-buru, harus bijakasana dan cerdas, eh maaf, sabodo teuinglah. Yang penting buat kita jangan pilih orang yang pernah mengusung politik identitas, jangan pilih orang yang pernah memakai agama untuk meraih kekuasaan. Agama di pakai berpolitk jadinya adalah kemunafikan dan keangkaramurkaan. masih ingat ada anak kecil nyangi "bunuh Ahok, Bunuh Ahok'? Biadab bukan? Masih ingat artis nenek eh neno yang mengancam Tuhan dan menjual sertifikat masuk surga? Mau agama kita dinodai oleh politik?

Cak Soed

#SalamWaras

#KawalNKRI

#TolakPengasongPolitikIdentitas

#TolakPengasongKhilafah