Umum

Pengalaman Dirawat Dengan Fasilitas BPJS Kelas 3.

Roedy S Widodo 4 months ago 996.0

Tuhan begitu baik kepadaku sehingga memberikan tubuh yang sangat baik, sehat dan belum pernah mengalami sakit yang harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

Kami punya beberapa asuransi kesehatan sebagai perlindungan ketika kami membutuhkan.

Awalnya ketika krisis tahun 98. Beberapa teman terpaksa kehilangan pekerjaan dan kemudian berupaya menjadi agen asuransi untuk menyambung kehidupan mereka.

Kami ikut mendukung beberapa teman sebagai sebuah solidaritas dan karenanya kami memiliki beberapa jenis asuransi termasuk asuransi pendidikan bagi anak anak yang saat itu masih di sekolah dasar.

Sebagai WNI dan bekerja, kami juga wajib memiliki BPJS Kesehatan.

Awalnya kami memiliki BPJS kelas 1 tetapi karena satu dan lain hal keanggotaan BPJS kami dirubah menjadi kelas 3.

Sejak kira-kira setahun yang lalu, dibagian belakang leher sebelah kiriku tumbuh benjolan. Seiring dengan waktu benjolan tersebut semakin membesar walaupun tidak cepat bertumbuh-besarnya.

Karena dirasa sudah agak mengganggu, istri dan anak kami mendesak untuk memeriksakan benjolan tersebut.

Akhirnya saya meniatkan diri untuk memenuhi permintaan keluarga.

Saya memutuskan untuk memakai fasilitas bpjs agar punya pengalaman bagaimana dilayani dengan fasilitas bpjs.

Saya akan memilih RS rujukan dimana saya tidak punya kenalan baik dokter ataupun manajemennya.

Pagi-pagi saya ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) yang ditunjuk. Jam 6 pagi istri mendrop saya di klinik pratama yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami.

Mengapa kami datang begitu pagi padahal pelayanan baru dimulai jam 8 pagi?

Kami sering lewat klinik tersebut dan sering melihat antrian panjang untuk berobat sehingga kami berinisiatif untuk datang pagi agar tidak terlalu lama mengantri.

Saya sudah menyiapkan beberapa fotocopy kartu BPJS dan KTP.

Saya datang sebagai pasien pertama dan tentunya mendapat antrian nomer satu. Hari itu klinik tersebut memang tidak begitu ramai.

Jam 7 pagi, saya dipanggil oleh petugas administrasi, untuk mengisi data diri saya di sebuah kartu yang sudah disiapkan karena status saya adalah pasien baru. Saya diminta menyerahkan selembar fotocopy kartu BPJS dan KTP.

Kira kira jam 8.15 (Dokternya terlambat), saya dipanggil masuk ruangan pemeriksaan dan hanya sekitar 30 detik sang dokter umum sudah memutuskan untuk merujuk ke RS rujukan yang saya pilih.

Saya memilih untuk dirujuk ke RS Siloam, Sepanjang Jaya, Bekasi, yang dekat dengan klinik tempat saya datang, juga dekat dengan tempat tinggal kami.

Setelah surat rujukan dibuat (perlu menunggu sekitar 30 menit) dengan berjalan kaki, saya menuju ke RS Siloam, Sepanjang Jaya, Bekasi .

Saya dirujuk ke bagian bedah di RS tersebut.

Dari info di pintu masuk lobby RS Siloam saya sudah mendapatkan informasi keberadaan dokter bedah yang praktek saat itu.

Pelayanan di RS Siloam ini sangatlah baik dan efisien

Setelah mendaftar, saya diminta lapor ke suster didepan poliklinik tempat dokter bedah yang saya tuju berpraktek.

Tidak lebih dari satu menit menunggu, saya dipanggil masuk ke poliklinik bedah.

Benjolan saya diperiksa dan kemudian dokter menanyakan apakah saya siap bila dilakukan operasi pengangkatan segera. Saya katakan siap.

Dokter memanggil perawat asistennya untuk mengurus segala keperluan saya untuk menjalani operasi yang dijadwalkan dilakukan esok paginya.

Sebagaimana layaknya orang yang akan melakukan operasi, saya diperiksa laboratorium, Jantung dan dilakukan foto rontgen.

Saya bersyukur, di usia yang sudah mendekati lansia, saya masih diberikan kesehatan yang sangat baik yang ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan yang saya jalani.

Saya sudah tidak diperbolehkan meninggalkan RS. Setelah menjalani test swab antigen, saya dipersilahkan masuk ke salah satu ruang poliklinik yang kosong. Disitu saya sudah disiapkan makan siang yang sangat baik, sambil kamar untuk menginap saya dipersiapkan.

Setelah semua pemeriksaan selesai dan keluar hasilnya, saya diantar petugas ke ruang perawatan sesuai dengan kelas BPJS saya yaitu kelas 3.

Saya menempati ranjang no 1 dari 6 ranjang yang ada di ruangan tersebut

Saat saya masuk, ruangan hanya terisi 2 pasien , yaitu saya di no 1 dan pak Sinaga di no 3.

Malam harinya ada 4 pasien lain yang masuk sehingga kapasitas ruangan terisi penuh.

Ruangan kamar kelas 3 pun ternyata cukup nyaman menurut saya. Ruangan berpendingin udara dengan satu kamar mandi diujung ruangan sebelah dalam.

Oya , ditempat administrasi sebelumnya saya diminta bayar denda keterlambatan pembayaran premi yg pernah terjadi 3 tahun sebelumnya . Dendanya sebesar Rp.112.000,-, yang harus dibayarkan ke BPJS kesehatan .

Jadi kalau kita mau dirawat inap dan pernah terjadi keterlambatan pembayaran premi maka BPJS akan mewajibkan kita untuk membayar denda atas keterlambatan tersebut.

Hari itu di kamar rawat inap, saya dikunjungi oleh Dokter spesialis penyakit dalam, yang melakukan wawancara dan pemeriksaan sebagai persiapan untuk operasi keesokan harinya.

Dokter yang piket menjaga ruangan juga berkali kali datang keruangan untuk memastikan kesiapan saya dalam menghadapi operasi besok harinya.

Setelah ngobrol agak lama dengan dr.Roy , salah satu dokter yang bertugas jaga di ruangan perawatan, baru saya tahu kalau ternyata beliau dan beberapa nakes disitu adalah pembaca seword, jadi lumayan jugalah, penulis Seword agak diberikan atensi lebih 😂😂😂.

Esoknya, jam 6 pagi saya sdh didatangi perawat yg mencek kondisi suhu badan, saturasi oksigen dan tekanan darah , serta memberikan sabun untuk mandi sebelum masuk ruang operasi.

Jam 9.45 saya dibawa keruang operasi...pindah dari ranjang ke meja operasi ...dibius ...dan bangun 2 jam kemudian , semuanya sdh selesai. Saya dibawa kembali ke ruang perawatan.

Esok paginya saya kembali dicek dan dinyatakan boleh pulang hari tersebut.

Bersyukur saya mengalami perawatan dengan fasilitas bpjs kls 3 yang menurut saya sangatlah layak dan bagus .

Ini membuktikan bahwa pemerintahan Pak Jokowi benar-benar memperhatikan pelayanan kesehatan kepada rakyatnya.

Jadi kalau ada yang masih nyinyir soal bpjs kesehatan yang dijalankan oleh Presiden Jokowi , kelaut saja deh . Anda nggak bisa melihat dengan jernih apa yang sudah dilakukan Pemerintahan untuk menolong rakyatnya.

Dari pasien lain dalam satu ruangan yang sempat berbincang dengan sayapun mereka sangat berterima kasih dengan program BPJS Kesehatan.

Walaupun di kelas 3, makanan yang diberikan juga sangat baik. Masih lebih baik dari warteg langganan saya .

Dengan pengalaman probadi ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, yang telah memberikan BPJS kesehatan sebagai sarana yang sangat berguna untuk rakyat Indonesia.

Terima kasih kepada semua teman yang sudah mendoakan. Teman-teman eks PT Bhinneka Usada Raya (BUR), teman sekolah SMP Masehi dan SMA Negeri Pekalongan, teman-teman dari Kav.Polri , Jakbar dll .

Demikianlah kura-kura.

Salam Seword, Roedy S Widodo.