Umum

Modyar! Penangguhan Penahanan Bahar bin Smith Ditolak Polisi, Mau Membusuk di Penjara? .

Fery Padli 20 days ago 2.5k

Melihat yang terjadi pada Bahar bin Smith saat ini menjadi bukti bahwa kata-kata itu adalah doa.

Tentu masih segar di ingatan kita kala itu (2018), si kadrun pirang ini mengatakan ia lebih baik membusuk di penjara daripada harus meminta maaf kepada Presiden Jokowi.

Memang sebelumnya Bahar mengatakan orang nomor satu di Indonesia tersebut banci dan haid. Kadrun itu juga menuduh Presiden Jokowi pengkhianat negara.

jelas omongan Bahar ini mengandung unsur ujaran kebencian, karena ia hanya ngomong tok. Tanpa adanya bukti yang jelas.

Hingga ia dilaporkan ke polisi kala itu oleh Jokowi Mania.

Hanya saja, laporan ini sepertinya tanpa tindak lanjut.

Entah, apa alasan polisi tidak mau menggarapnya.

Apakah karena takut disebut mengkriminailsasi ulama? Ataukah karena enggan berurusan dengan kadrun?

Berurusan dengan kadal gurun memang agak ribet ferguso. Dikit-dikit mengatakan Islamophobia, memenjarakan ulama, dll. Padahal yang mereka sebut ulama tersebut adalah kriminal bersorban.

Hanya saja, kalau alam berkehendak Bahar masuk penjara seperti kata-katanya lebih baik membusuk di penjara, tetap saja ia akhirnya nginap di hotel prodeo itu.

Gagal dijerat pakai UU ITE, ia akhirnya dijerat pakai UU Perlindungan Anak. Diketahui si Bahar ini ngegebukin dua anak di bawah umur hanya karena korban ngaku-ngaku dirinya saat menghadiri acara di Bali.

Karena melakukan penganiayaan itu juga, ia akhirnya divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim.

Tidak berhenti sampai di situ, Bahar juga ternyata memukul sopir taksi online. Yang mana kejadian ini berawal si sopir taksi online tersebut mengantar istri Bahar pulang ke rumah larut malam.

Diawali oleh rasa cemburu, si pirang pun naik dan pitam auto menggebukin sopir kurang beruntung tersebut. Lantaran kasus itu juga ia divonis 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim.

Agak aneh memang, ketika ada orang-orang tertentu menganggung-agungkan orang seperti ini. Karena jelas-jelas dia gak berakhlak.

Gak peduli dia mau keturunan siapa kalau kriminal ya tetap kriminal. Perbuatan melawan hukum tidak bisa dihapus oleh nasab.

Dan bukannya kapok sudah dua kali dipenjara, Bahar kembali berulah. Kali ini Ia malah menyebarkan berita bohong atau hoax dalam ceramahnya. Hingga dilaporkan ke polisi.

Bahar pun pasca diperiksa langsung ditetapkan sebagai tersangka. Agar tidak melarikan diri, mengulangi perbuatan serta menghilangkan barang bukti, ia akhirnya ditahan.

Masuk penjara lagi si pirang. Hehehe

Kasihan sebenarnya lihat orangtuanya Ali bin Smith dan ibunya Isnawati Ali. Sudah capek-capek membesarkannya, mendidiknya serta memberinya makan. Terakhir, ketika sudah gede kelakuannya malah kayak gitu.

Penulis yakin kalau Ibu Bahar itu punya kantong seperti Kanguru, pasti Bahar sudah dimasukkannya ke situ supaya tidak bikin onar lagi.

Karena kalau melanggar hukum sekali mungkin bisa dimaklumi. Bisa jad itu khilaf. Tapi kalau berkali-kali itu bukan lagi khilaf namanya. Melainkan hobi. Atau dengan kata lain si Bahar ini sudah bisa dikatakan residivis.

Tapi lagi-lagi ada yang membelanya. Ada seorang berinisial A siap menjadi penjamin supaya Bahar dibebaskan.

Diketahui si a ini merupakan kerabat Bahar. Ia juga turut mendampingi Bahar saat dedengkot kadrun itu diperiksa di Polda Jabar. Dan ia juga bukan tokoh politik.

Artinya si A ini sudah pasti bukan Anies Baswedan, Amien Rais dan bukan pula Ahmad Dhani.

Memang kelompok sebelah suka main drama. Gak mau menyebutkan siapa nama asli si A ini.

Padahal ketika orang tahu identitas dia yang jadi penjamin Bahar, sebenarnya gak masalah juga sih. Dan tentunya gak akan berpengaruh terhadap kasus hukum yang menjerat Bahar tersebut.

Terbukti, Polda Jabar menolak memberikan penangguhan penanganan kepada Bahar. Mengingat keberadaannya di kantor polisi masih dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

Jadi dengan dicyduknya si Bahar ini dan penangguhan penahanannya ditolak polisi bisa dibilang hadiah istimewa bagi masyarakat Indonesia di tahun baru 2022. Karena dengan dia dikerangkeng, sudah dipastikan tidak akan bisa menyebarkan ujaran kebencian lagi serta hoax saat mengisi ceramah.

Dan dia masuk penjara ini juga menjadi tanda ucapan Bahar (membusuk dipenjara) tersebut diijabah oleh alam.

Penulis sih berharap dia ketemu Bang Ipul atau Saiful Jamil di penjara daripada Ryan Jombang atau Napoleon Bonaparte. Karena kalau Ipul yang satu kamar dengan Bahar, sepertinya mereka bakal klop.

Tapi Bang Ipul sudah keluar dari penjara.

Untung ada Fahmi Herbal si penjual obat kuat libido sexual sebagai calon penggantinya.