Umum

Kok Gak Ada Fatwa Haram Ucapan Gong Xi Fa Cai Dari Pendukung Anies?.

Manuel 6 days ago 1.3k

Saya menunggu fatwa haram ucapan soal selamat merayakan hari raya Imlek Gong xi fa cai. Kita mengetahui bahwa para kaum mabuk agama ini sering banget menggunakan isu-isu yang berbau-bau suku agama ras dan antar golongan.

Apalagi saat Natal kemarin rame tuh ucapan haramkan Selamat Natal. Katanya itu akan mengganggu iman mereka dan membuat mereka yang ucapkan itu masuk surga punya orang Kristen. Hahaha.

Tapi kalau bicara duit semua mata akan menjadi merah dan semua lidah akan mengaku juga semua kepala akan menunduk dan mengatakan bahwa kita berdiri di atas satu cuan.

Padahal kalau kita melihat dari tradisi merayakan Imlek itu datang dari tradisi Cina yang seringkali dijadikan alat politik dan senjata serangan-serangan kepada tokoh-tokoh politik yang etnis Tionghoa.

Etnis Tionghoa sering kali menjadi korban politik rasisme dan devide et impera atau politik pecah belah yang dilakukan oleh penjajah. Selain itu kita juga melihat bagaimana suku Tionghoa di Indonesia dianggap sebagai manusia kelas kakap yang seringkali mengeruk bangsa ini.

Padahal kalau saya mau mengaku ya etis Tionghoa itu jauh lebih rajin daripada orang yang disebut oleh Anies Baswedan sebagai kelompok pribumi. Nggak tahu deh pribumi yang dimaksud oleh Anies Baswedan itu apakah pribumi dari tanah Arab atau pribumi yang merupakan warga negara Indonesia.

Tapi kalau pribumi yang dimaksud oleh warga Indonesia adalah semua warga negara Indonesia dong termasuk suku Tionghoa yang merupakan satu dari bagian suku-suku yang membentuk negara ini? Larangan mengucapkan selamat merayakan Imlek sampai sekarang belum ada fatwa haramnya.

Karena kalau ngomongin Gong xi fa cai pasti orang-orang Tionghoa akan memberikan suatu amplop berwarna merah yang isinya duit. Inilah yang menjadi kemunafikan dari para pendukung Anies Baswedan yang benar-benar sudah tidak punya malu lagi di dalam berpolitik.

Jadi bagi saya Kalau mau ucapin selamat Imlek seharusnya dibuat dulu fatwa haramnya supaya para pendukung Anies Baswedan ini kejang-kejang terkentut-kentut. Karena dengan tidak mengucapkan hal ini tentu kantong mereka akan terus kosong.

Saya sangat menghargai suku Tionghoa yang ada di Indonesia karena banyak di antara mereka yang justru memikirkan orang-orang yang mayoritas ada di dalam garis ekonomi menengah dan beberapa ke bawah.

Baik dari dunia bisnis maupun ilmu pengetahuan seperti Hartono bersaudara sampai kepada Yohanes Surya yang merupakan profesor yang turun gunung ke rakyat-rakyat kecil dan anak-anak yang tidak bisa sekolah sampai mereka bisa olimpiade.

Kalau kita lihat dari kerja keras mereka dan dedikasi mereka saya kira nggak boleh ada yang mengharamkan ucapan selamat hari raya Tahun baru Cina.

Dan saya bersyukur kepada almarhum Gus Dur yang mengakui bahwa etnis Tionghoa di Indonesia adalah etnis yang harus diakui dan dihargai sebagai pengisi keberagaman di negara Indonesia.

Semoga saja artikel ini bisa membuat kita sama-sama melihat bahwa banyak banget keberagaman di Indonesia yang bisa kita hargai.

Dan Kita banggakan bersama-sama. Tapi ada kaum penjajah seperti Yohanes Baswedan yang sebenarnya agamanya juga nggak terlalu bagus-bagus banget tapi menggunakan isu-isu politik rasisme dan radikalisme untuk hasrat politiknya saja.