Umum

Catet! Selain Edy Mulyadi, Ini 3 Kadrun Lain yang Nyalinya Tidak Segarang Provokasinya.

Fery Padli 4 months ago 3.8k

Berani berbuat berani bertanggung jawab. Begitu seharusnya motto hidup seorang lelaki sejati.

Apapun yang dia lakukan, dia sendiri yang menerima segala resikonya dengan gagah berani. Dan anti banget dengan yang namanya lempar batu sembunyi tangan.

Kura-kura pria sejati itu seperti Vito Corleone dalam film 'The Godfather'.

-o0o-

Namun tidak semua orang di dunia ini lelaki sejati lho. Banyak juga yang jadi pengecut.

Mereka kalau ngomong koar-koar seperti orang paling hebat sedunia. Melakukan ujaran kebencian serta menghujat orang atau kelompok-kelompok yang tidak disukainya. Namun ketika diperkarakan, mendadak berubah seperti kerupuk tersiram kuah Indomie.

Salah satu contoh si pengecut tersebut adalah Kadrun Edy Mulyadi.

Si Edy ini awalnya hanya wartawan biasa. Medianya pun bukan media mainstream seperti kompas.com, detik.com, liputan6.com, dll. Tapi bisa dibilang medianya itu tempat berkumpulnya orang-orang terbuang atau barisan sakit hati yakni fnn.co.id.

Coba klik di sini Tentang FNN

Diketahui beberapa pengurus media tersebut adalah orang-orang yang selama ini dikenal sebagai haters Presiden Jokowi. Mulai dari Rocky Gerung, Natalius Pigai, Syahganda Nainggolan, dll.

Nah, si Edy mulai terkenal ketika ia mendadak menjadi tokoh agama. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba dirinya diangkat menjadi Sekjen GNPF Ulama.

Merasa dirinya punya simpatisan pasukan Kadrun, pada Pemilu 2019 lalu ia PEDE mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pusat (DPR-RI) melalui perahu PKS.

Tapi sungguh sayang, masyarakat Jakarta khusunya Dapil III tidak tertarik menjadikannya sebagai wakil mereka di senayan. Hingga akhirnya, rencana Edy yang konon katanya mau berdakwa di parlemen tersebut gatot alias gagal total.

Sekarang nama Edy semakin terkenal.

Tidak tanggung-tanggung, nyaris seluruh warga Kalimantan tahu bentuk mukanya. Yang ini disebabkan oleh dirinya menghina Kalimantan dengan mengatakan daerah itu 'tempat jin buang anak'.

Karena pernyataannya yang gak berakhlak itu pula membuat warga pulau Borneo marah besar dan melaporkannya ke pihak berwajib.

Terakhir, ia mendapat surat cinta berupa pemanggilan dari polisi. Yang sejatinya Edy diperiksa pada Jumat (28/01) kemarin.

Pasca pemanggilan itu pula, baru ketahuan kalau ternyata caleg gagal PKS ini pengecut juga.

Ia tidak berani memenuhi pemanggilan polisi tersebut.

Edy ngeles kalau dirinya tidak hadir karena prosedur pemanggilan tidak sesuai aturan. Kwkwkwk

Bilang saja takut masuk penjara. Hehehe

Teranyar, muncul surat panggilan kedua dari Bareskrim Polri. Tapi kali ini lebih istimewa karena disertai perintah untuk membawa Edy hadir dalam pemeriksaan.

Artinya, ia dipanggil secara paksa ferguso atau hendak ditangkap.

Dari sini saja sudah terlihat kalau si Edy ini merasa bersalah, sehingga kalau dia memenuhi panggilan polisi ia merasa pasti akan langsung menyandang status sebagai tersangka. Kemudian dijebloskan ke penjara tanpa ampun.

Hanya saja, dengan tidak memenuhi pemanggilan tersebut, bisa dibilang Edy hanya menunda-nunda untuk masuk penjara. Karena cepat atau lambat, pada akhirnya ia akan menjadi penguni sel tahanan juga.

Gak kebayang bagaimana perasaannya sekarang. Pasti makan tidak enak, tidur tidak nyenyak serta mikirnya macam-macam.

Dan itu DL alias derita loe. Kwkwkwk

Ngapain juga menghina daerah orang hanya karena gak suka melihat Jokowi sukses mindahin ibukota negara?

-o0o-

Lantas, selain Edy, siapa lagi yang nyalinya tidak segarang provokasinya ketika berhadapan dengan polisi itu?

Pertama, yang pasti Rizieq.

Tentu masih segar di ingatan kita kala itu ia tersandung kasus chat asusila bersama Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.

Yang mana chat ini pertama kali dibongkar dan disebarluaskan di situs baladacintarizieq.com. Hingga sempat menghebohkan warga dunia maya.

Karena jarang banget, bahkan ini yang pertama kali ada orang yang didaulat sebagai Imam Besar tapi melakukan chat seks.

Alhasil, ia dilaporkan ke polisi oleh Henry Yoso dan Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi.

Menindaklanjuti laporan itu, polisi segera melakukan penyidikan dan mengumpulkan bukti.

Muaranya pendiri FPI tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Eh bukannya dengan gagah berani menghadapi kasusnya dan menyiapkan pembelaan diri, Rizieq malah kabur ke Arab Saudi.

Alasannya kabur pun cukup buat geleng-geleng kepala, yakni mau menjalankan ibadah umroh.

Padahal sejatinya takut menghadiri panggilan polisi. Kwkwkwk

Kedua dan ketiga adalah Bahar bin Smith serta Mustofa Nahrawardaya.

Kedua orang ini saking kecut nyalinya berhadapan dengan hukum, sampai-sampai menjadikan istrinya sebagai jaminan penangguhan penahanan segala.

Ini kan jelas lelaki pengecut. Mereka yang berbuat salah kok istri yang dibuat repot? Dijadikan seperti BPKB motor buat minjam duit di koperasi.

Sebagai penutup. Untuk perempuan yang masih lajang dan janda yang lagi nyari pasangan, jangan mudah terpesona oleh Kadrun yang bacotnya setinggi bintang di langit. Karena ketika berurusan dengan aparat penegak hukum, mereka tigak akan segan menjadikan dirimu sebagai tumbalnya.