Umum

Cadas! Anies Coba Tutupi Kegagalannya dalam Memimpin DKI dengan Pamer JIS .

Fery Padli 4 months ago 1.8k

Berhubung sekarang sudah memasuki tahun 2022, dan merupakan tahun terakhir Anies menjabat sebagai Gubernur DKI, sudah tepat untuk menilai bagaimana kinerjanya.

Apakah berhasil atau tidak? Serta janji-janjinya apa saja yang sudah terealisasi dan belum.

Dan menurut pengamatan penulis, banyak janji kampanye Anies dulu yang tidak terbukti.

Kita ambil contoh yang sederhana saja, yakni rumah DP nol rupiah yang notabene program unggulannya.

Bagaimana janji program tersebut dan bagaimana realisasinya?

Kala itu Anies menjanjikan akan membangun 232 ribu lebih unit rumah DP nol rupiah itu.

Terlihat orang ini sangat ambisius untuk mengatasi permasalahan pemukiman warga DKI saat masa kampanye.

Tapi realisasinya, hanya 780 unit doang yang terbangun.

Kalau yang terealisasi 150 ribu unit masih bisa-lah kita harap maklum. Lha yang ini cuma 780 unit. Gak sampai 1 persen dari total target.

Ini ibarat sales obat kuat yang berjanji kepada bosnya akan menjual 10 ribu lebih obat kuat yang dia bawa. Dan karena si sales tersebut terlihat cukup meyakinkan, diberilah dia modal untuk makan dan beli bensin dalam perjalanan.

Eh ketika pulang, gak tahunya cuma 1 doang yang laku. Yang keuntungan dari penjualan obat kuat itu jauh lebih kecil dari duit yang telah dia habiskan dalam perjalanan.

Pertanyaannya, apa gak bakal kena damprat orang macam ini?

Cuma bisanya ngomong tok tapi gak ada hasilnya.

Dan program rumah DP nol rupiah Anies itu tidak hanya jauh panggang dari api antara janji dan realisasinya, tapi juga ada masalah di sana - sini.

Pertama, mengandung unsur tipu-tipu. Dari yang awalnya mengatakan bentuknya rumah tapak berubah jadi rumah susun. Serta dari yang awalnya untuk warga yang kurang mampu yang berpenghasilan Rp 7 juta ke bawah menjadi untuk warga berpenghasilan minimal 14 juta rupiah.

Kedua, persis seperti Wisma Atlet Hambalang, program ini jadi ladang korupsi penyelenggaranya. Setidaknya sudah 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Mulai dari Dirut PT Sarana Jaya, Yoory Corneles Panontoan serta Direktur dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian dan Anja Rununewe.

Agak miris memang melihat apa yang terjadi. Ratusan ribu warga DKI memilih Anies sebagai Gubernur berharap dapat rumah tanpa depe kena prank. Sedangkan mereka yang jadi tersangka korupsi proyek tersebut dapat duit gede-gedean.

Itu baru satu lho janji Anies yang jauh melenceng. Masih banyak lagi yang lain.

Nah koplaknya, dengan kondisi amburadul seperti itu, ia mau Nyapres pada Pilpres 2024 mendatang.

Memang gak punya malu sama sekali. Hehehe

Calon Timsesnya pun sudah mulai bekerja. Diantaranya yang digadang-gadang akan menjadi partisan Anies nanti adalah MUI DKI.

LSM yang bergerak di bidang keagamaan itu sudah membentuk cyber army segala untuk membela Anies di Medsos.

Sebagai penyokong supaya MUI DKI dapat bekerja dengan baik, Pemprov DKI sudah memberi dana hibah sebesar Rp 10,6 miliar kepada lembaga itu pada 2021 lalu.

Kalau gak rajin olahraga bisa gemuk-gemuk nih anggota LSM berkedok agama. Karena 10 M itu bukan jumlah yang kecil ferguso. Bisa untuk beli makan apa saja.

Kemudian, yang berpotensi menjadi pendukung Anies lain adalah Rizieq, Bahar bin Smith, Novel Bamukmin, Mustofa Nahrawardaya, Jonru, Buni Yani hingga pasukan ranger nasi bungkus (Kadrun 212).

Dan untuk menutupi semua kegagalannya selama memimpin DKI tersebut, Anies pakai cara yang rada unik dan licik yakni memanfaatkan Jakarta International Stadium (JIS).

Ia berkali-kali membanggakan stadion itu. Tapi tidak pernah menceritakan kegagalannya dalam membangun rumah DP nol rupiah serta sumur resapan.

Seperti pada Jumat kemarin (21/1) Anies mengatakan bahwa JIS lebih megah dari Old Trafford (markas klub sepak bolah Manchester United).

Gak tahu apakah dia pernah ke Old Trafford atau belum sehingga dapat menyimpulkan demikian.

Tidak hanya itu, Anies juga mengumandangkan azan di stadion tersebut.

Agak unik memang si Wan Abas ini, dia azan di masjig gak pernah terlihat, tiba-tiba azan di stadion.

Tapi lagi-lagi ini soal pencitraan. Dengan melakukan hal itu, ia akan dianggap sebagai gubernur paling soleh se-Indonesia oleh Kadrun.

Dan dengan melakukan hal tersebut juga, Anies akhirnya memiliki kesamaan dengan kelompok itu, yakni sama-sama menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Kalau kadrun shalat di jalan tidur di masjid. Sementara Anies, azan di stadion tapi di masjid ia tidak pernah terlihat mengumandangkan panggilan ibadah untuk menunaikan shalat fardu itu.

Lantas, apakah cara Anies menutupi bobroknya dengan JIS tersebut berhasil?

Gak juga ferguso. Karena yang memuja dia di Medsos hanya buzzer-nya itulah. Seperti Geisz Chalifah, dll.

Sementara warga DKI yang kena prank janji rumah depe nol rupiah, tetap saja kecewa dan gak percaya lagi sama dia meskipun ada Jakarta International Stadium.

Sedangkan partai, belum ada satupun yang menyatakan secara resmi akan mendukung Anies di Pilpres 2024 mendatang.