Umum

Bucin nir-Akhlak! Jual Perabot, Daun Pintu, dan (Rencananya) Genting Rumah demi Pacar.

Eko Wibowo 8 months ago 986.0

Seharusnya cukup dengan cinta itu: buta. Bukannya goblok!

Ini adalah kisah tragis dari pemuda yang sedang mengejar pujaan hatinya. Berbekal tekad bulat dan banyak ketololan, apapun dilakukannya demi bisa menyenangkan sang kekasih.

Dikutip dari Tribunjogja.com adalah seorang bujang berinisial DRS (24) warga Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diketahui menjual perabotan rumah tangga, daun pintu, dan rencananya termasuk genting rumah orangtuanya (!!!).

Karena perbuatannya itu hingga harus berujung ke kasus hukum. Orangtua DRS melaporkan sang anak ke polisi karena sudah kelewat batas.

DRS yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka mengakui bahwa perbuatan itu dilakukannya karena pendapatan sebagai driver ojek online kurang. Sementara dia juga harus memenuhi kebutuhan dan keinginan sang pacar yang baru dikenalnya 1 bulan.

Jual-menjual perabotan milik orang tuanya itu berawal dari 14 Oktober 2021 lalu. Aksinya lancar karena karena sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga di daerah Kasihan, Yogyakarta juga. Sementara sang ayah sudah meninggal dunia.

Perbuatannya terhenti setelah tetangga sekitar memergoki ketika sedang menurunkan dan akan menjual genting rumahnya. Bahkan genting rumah itu sudah diangkut ke dalam truk. Beruntung warga sekitar sempat menghentikan dan melaporkan perbuatan DRS ke ibunya.

Uang penjualan perabotan itu selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan demi menuruti keinginan sang pacar. Ia mengaku melakukan semua itu karena cinta. Bahkan saat sudah dalam keadaan terborgol dan memakai baju tahananpun, DRS sempat menyampaikan pesan kepada pacarnya tersebut.

"Jaga kesehatan dan jangan lupa makan," ucapnya.

❣️❣️❣️❣️…..

Dasar bucin tiada akhlaque....

Dulu menurut (Alm) Gombloh, bagi orang yang sedang jatuh cinta, tai kucingpun terasa coklat. Saking gebleknya karena saraf-saraf tubuh yang sudah begitu terpengaruh oleh adanya getar cinta. Tapi setidaknya, kegeblekannya itu hanya merugikan dirinya sendiri. Tidak membuat orang lain menjadi susah karenanya.

Nah, melihat kelakuan DRS di atas, agaknya memang sudah lebih dari taraf geblek. Level kegeblekannya sudah pada tingkat unlimited.

Namun seunlimetted-unlimited-nya, tetap saja pasti ada batasnya. Bagi DRS batasnya adalah kantor polisi! Betul, berurusan dengan hukum sepertinya berhasil menghentikan kegilaan dari si DRS itu.

Karena cinta, memang sejarah telah mencatat banyak kegilaan-kegilaan yang bisa fatal akibatnya. Sifat *bucin" yang mendatangkan petaka.

Pada abad ke-14, Pedro dari Portugal memberontak pada ayahnya sendiri, Raja Alfonso IV. Hal itu bermula karena Raja Alfonso IV telah membunuh istrinya, Ines, yang mantan pelayan istri pertamanya.

Pemberontakan itu menyebabkan terjadinya perang saudara di Portugal. Pedro yang menang dan menjadi Raja Portugal. Pasca kemenangan itu Raja Pedro menghukum mati semua orang yang terlibat dalam pembunuhan istrinya dengan cara mencabut hatinya. Kegilaan itulah yang membuat Pedro dijuluki The Cruel atau si Kejam.

Belum cukup, Raja Pedropun meminta semua pasukannya untuk bersumpah setia para tulang belulang Ines sebagai ratu mereka.

Ada lagi kisah kegilaan karena cinta yang selain tragis juga konyol. Adalah kisah cinta antara antara King You (Ji Gong Cheng) dan Bao Si. Kisah cinta ini mengakibatkan runtuhnya Kekaisaran Zhou (1046--256 Sebelum Masehi).

Sebetulnya King/Raja You sudah memiliki istri bernama Ratu Shen. Namun, Raja You justru tertarik dengan Bao Si yang memiliki sifat pemurung dan depresi.

Nah untuk menghibur Bao Si, salah satu yang dilakukan King You adalah menyalakan suar darurat. Hal itu membuat tentara kerajaan tidak suka karena tanda darurat dijadikan seperti mainan.

Tragisnya, pada saat pusat kerajaan diserang musuh, suar darurat dari King You dianggap sebagai permainan seperti biasa sehingga tidak dianggap serius oleh pasukan kerajaan. Akhirnya tidak ada pasukan yang datang. King You terbunuh dan Bao Si diculik. Kejadian ini pula yang disebut menyebabkan keruntuhan Kekaisaran Zhou.

Dua kisah yang dicatat sejarah tersebut ada benang merah dengan kisah DRS asal Bantul (yang hanya dicatat oleh Tribun itu), yaitu kegilaan dan ketragisan. Kegilaan karena demi alasan cinta mereka mau melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan dan merugikan. Sementara ketragisannya adalah terkait dengan akibat dari kegilaannya itu.

DRS telah membuat malu keluarga karena tindakan dan akibatnya hingga harus berurusan dengan hukum. Keluarga juga harus menanggung rugi karena rumah jadi kosong mlompong setelah perabotan dan pintunya habis dijual. Belum lagi harus menaikkan dan memasang kembali genting yang sebelumnya telah dibongkar.

Ya sudahlah…

Buat DRS, tobatlah serta jaga kesehatan dan jangan lupa makan!