Sport

Masalah Liverpool tanpa Mane-Keita-Salah.

Eko Wibowo 18 days ago 295.0

Piala Afrika 2021 mulai bergulir pada Minggu sore, 9 Januari 2022, dan direncanakan akan berakhir pada 6 Februari 2022 mendatang. Bagi Liverpool, turnamen sepakbola terakbar di benua hitam itu menjadi ujian lanjutan dalam menjalani lanjutan liga musim ini.

Seperti diketahui, belakangan seiring dengan mengganasnya Covid-19 varian terbaru, Liverpool sempat mengalami masalah. Beberapa pemainnya terbukti terinfeksi, bahkan juga sang pelatih, Jurgen Klopp. Akibatnya laga melawan Arsenal di Carabao Cup sempat tertunda dan beberapa laga harus dilewati dengan pilihan skuat yang terbatas.

Sekarang ditambah dengan adanya Piala Afrika, di mana dua pemain kunci di lini depan yaitu Sadio Mane dan Mohamed Salah, harus absen demi negaranya masing-masing. Sama dengan Naby Keita, yang membuat kekuatan lini tengah The Red terancam berkurang.

Seperti diketahui, duet Mane-Salah, yang ditemani satu lagi pemain antara Diogo Jota atau Roberto Firmino dalam formasi tiga pemain di sisi penyerangan Liverpool, adalah sumber gol utamanya. Keduanya adalah pemain yang sejauh ini sulit untuk digantikan.

Salah menjadi mesin gol utama bagi tim asuhan Jurgen Klopp tersebut. Sejauh ini pemain asal Mesir itu berhasil membuat serangan Liverpool begitu ditakuti. Terbukti dengan berhasil menjadi tops skor sementara Liga Inggris musim 2021/2022.

Sementara Mane adalah tandem sehati Salah di sisi kiri lini serang Liverpool. Salah yang beroperasi di sebelah kanan sering terbantu oleh Mane yang rajin mengalihkan perhatian defender lawan atau karena kepiawaiannya dalam membuka ruang. Mane menjadi pelayan tidak resmi atau orang yang harus mengalah bagi Salah. Walau beberapa musim lalu sempat ditengarai ada ketegangan antar keduanya, namun seiring waktu ternyata keduanya baik-baik saja.

Mane juga bisa diandalkan dalam mencetak gol. Sejauh ini di liga, di musim ini pemain Senegal itu adalah top skor tim kedua di Liverpool.

Sementara Naby Keita memang bukan pemain inti. Di lini tengah Liverpool, pemain Guinea itu kalah dari Fabinho, kapten Jordan Henderson, dan Thiago Alcantara/Alex Oxlade-chamberlain. Tapi melihat cara bermain Jurgen Klopp dan banyaknya kompetisi yang masih diikuti Liverpool di musim ini, tentu peran Naby Keita sangat diperlukan sebagai pelapis atau pemain rotasi. Apalagi Thiago yang rawan cedera, tentu bersama James Milner, dia adalah pilihan yang terbaik sebagai salah satu penggantinya.

Beruntung selama ditinggal Mane, Salah, dan Keita, tim-tim yang akan dihadapi Liverpool bukanlah tim yang di atas kertas kuat-kuat amat. The Red secara hitung-hitungan seharusnya akan bisa meredam calon lawan-lawannya itu. Sesuai jadwal, di lanjutan Liga Inggris, Liverpool akan menghadapi Brentford dan Crystal Palace. Sementara pada laga tunda semifinal Piala EFL, Liverpool akan menghadapi Arsenal.

Tetapi Liverpool tetap harus waspada, karena tak jarang mereka terpeleset saat menghadapi tim yang secara level berada di bawah mereka. Brentford sebagai pendatang baru di kasta teratas Liga Inggris dikenal alot dan penuh motivasi. Sementara Crystal Palace tentu berkonsentrasi penuh demi melepaskan diri dari ancaman degradasi. Kedua tim tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi Liverpool dalam usahanya untuk terus membuntuti laju Manchester City.

Sementara dalam laga semifinal Carabao Cup melawan Arsenal, seperti biasa ini akan dijadikan ajang pematangan dan penambahan pengalaman bagi tim muda Liverpool. Karena seperti diketahui, dalam ajang seperti ini Jurgen Klopp sering memberi kesempatan kepada pemain pelapis dan pemain muda dari akademi, dengan sesekali menyelipkan pemain senior di line-up pemainnya.

Nah, dalam tiga laga itu tanpa Salah, Mane, dan Keita itu, Jurgen Klopp tentunya perlu melakukan penyesuaian. Hal tersebut dilakukan terutama karena Mane dan Salah seakan tanpa pengganti yang sepadan. Klopp perlu menyiapkan taktik penyerangan demi menyesuaikan dengan komposisi pemain yang berubah. Klopp juga perlu memaksimalkan lini kedua timnya agak lebih aktif untuk membantu mencetak gol

Mane di kiri bisa digantikan oleh Diogo Jota. Lini depan kembali bisa diisi oleh Roberto Firmino yang telah pulih pasca cedera. Sementara untuk posisi Salah bisa memanfaatkan Divock Origi sang supersub.

Akhirnya, tanpa ketiga pemain yang sedang membela negaranya masing-masing di Piala Afrika itu, Liverpool tidak perlu terlalu khawatir. Pertemuan kedua melawan AC Milan di Liga Champions beberapa waktu yang lalu dapat dijadikan acuan, di mana saat itu Jurgen Klopp banyak mempercayai pemain pelapis dan pemain muda. Yang penting tetap konsentrasi dan selalu hati-hati, jangan meremehkan.

YNWA