Spiritual

Renungan Hari Jum’at : Pesepak Bola Yang Mengubah Persepsi Dunia Tentang Islam.

Erika Ebener 2 days ago 952.0

Apa yang bisa kita harapkan dari para tokoh agama Islam di dunia? Tentunya bahwa mereka mampu menjadi orang yang tidak merugi di mata Allah SWT. Karena jika para tokoh agama Islam, atau mereka yang dipandang menguasai ilmu agama Islam tidak mampu mengimplementasikan apa yang disuratkan di dalam Surat Al Qur’an ke 103 Al-Asr, lalu bagaimana dengan orang-orang biasa seperti saya dan umat Islam lainnya akan memiliki sosok yang bisa diteladani? Memang kewajiban menjalan apa yang difirmankan Allah SWT Al Qur’an bukan hanya kewajiban para tokoh Agama saja, tetap tujuan Allah SWT menurunkan Rosulullah saw salah satunya adalah untuk memberikan contoh teladan.

Di dalam SQ ke 103 Al-Asr difirmankan :

  1. Demi masa - Wal' asr وَالۡعَصۡرِۙ

  2. sungguh, manusia berada dalam kerugian - Innal insaana lafii khusr اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ

  3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran - Il lal laziina aamanu wa 'amilus saali haati wa tawa saw bil haqqi wa tawa saw bis sabr اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡ

Walaupu Surat Al-Asr ini hanya berisikan 3 ayat dan ditafsirkan demikian, namun pemahaman akan maknanya sangat amat dan teramat sangat luas sekali. PEW Research Center mencatat bahwa penganut agama Islam di dunia pada tahun 2015 adalah sebanyak 1.8 miliar orang atau 24.5%, peringkat ke-2 setelah penganut agama Kristen yang kata data mereka semakin menurun, sementara Wikipedia mencatat data di tahun 2020 penganut agama Islam di dunia adalah sebanyak 24.9%, kadang kita berpikir bahwa kenaikan jumlah penganut agama Islam di dunia ini mungkin karena adanya sikap-sikap para tokoh agama Islam yang mampu membuat orang dari agama lain menjadi mu’alaf. Namun siapa sangka kalau ternyata tokoh olahraga dunia seperti Mohamad Salah yang berasal dari Mesir dan Sadio Mane yang berasal dari Senegal adalah tokoh yang, sepertinya, secara signifikan memberikan kontribusi atas bertambahnya jumlah penganut agama Islam di dunia.

Kita harus mengakui bahwa olahraga sepak bola saat ini masih menjadi satu cabang olah raga yang menjadi olahraga internasional yang mampu membuat penggemarnya bersikap sangat fanatik, baik terhadap pertandingannya maupun terhadap pemainnya. Pun dengan club-club sepak bola dunia yang mampu mencetak sultan-sultan baru karena kepiawaian mereka memainan bola lapangan hijau, seperti Club sepak bola Liverpool dimana Mo Salah dan Sadio Mane menjadi bagian dari pemain intinya.

Sebagai muslim, kita patut bangga memiliki sosok selebritis sepak bola beragama Islam yang memiliki sikap dan perilaku kehidupan pribadi yang cukup baik menjadi suri tauladan. Keberadaan Mo Salah dan Sadio Mane di Club Bola Liverpool mampu merubah stereotype tentang Islam. Keduanya dikenal sebagai pesohor dunia yang sangat sederhana, rendah hati dan taat pada agama dan keyakinan Islam mereka. Tak jarang kedua pesepak bola ini terlihat bersujud mensyuruki keberhasilannya menyarangkan bola di gawang lawan dengan bersujud atau berdo’a sebelum dan sesudah pertandingan.

Mo Salah dan Sadio Mane adalah orang-orang terkenal yang tak melupakan asal usul mereka. Keduanya banyak sekali menyumbangkan uangnya untuk pembangunan desa tempat mereka dilahirkan. Bantuan atau sumbangan itu tak hanya diberikan pada desanya saja, tetapi pada negerinya juga. Mo salah dan Sadio Mane akan merasa bersalah jika mereka hidup bermewah-mewah layaknya pesohor sepak bola lain seperti Christiano Ranaldo, Neymar atau Ibrahimovic.

Sedemikian fenomenalnya Mo Salah dan Sadio Mane ini. Terhadap Mo Salah, ada study ilmiah yang dilakukan yang menyimpulkan bahwa Mo Salah telah mencipta “konsep efek Salah” karena Mo Salah dipandang telah berhasil mengubah persepsi orang-orang tentang Islam. Pengaruh Mo Salah dalam mengurangi Islamfobia di dunia dianggap fenomenal. Karena itulah, Majalah TIME menobatkan Mo Salah sebagai salah satu dari 100 orang yang berpengaruh di dunia pada tahun 2019. Saking fenomenalnya, Liverpudlian atau fans Liverpoll membuat yel-yel baru demi Mo Salah. Yel-nya berbunyi : “Jika Tuhanmu cukup baik untukmu, Tuhanmu cukup baik untukku. Jika kamu mencetak beberapa gol lagi, maka aku akan menjadi muslim juga. Duduk di Mesjid bersamamu, itulah tempat yang ingin aku tuju.”

Mo Salah dan Sadio Mane benar-benar menjadi duta Islam yang sesungguhnya. Mereka memerangi Islamfobia dengan teladan. Dari pandangan saya pribadi, dua sosok muslim ini sudah melaksanakan apa yang tersirat pada SQ ke 103 Al Asr dan bisa menjadi kaca sangat besar bagi sekelompok orang di Indonesia yang menamakan dirinya “Gerakan Nasional Anti Islamfobia” untuk bercermin dan mencontoh perilaku yang benar dalam memerangi Islamfobia di Indoensia.

Amazing Story of Mo Salah

Amazing Story of Sadio Mané

Yel Untuk Mo Salah

Yel Fans untuk Mo Salah