Spiritual

Ferdy Sambo Pakai Glock 17, Ken Arok Pakai Keris Mpu Gandring, Ternyata Ini Soal Air.

Bagong Setya a month ago 1.7k

Geger Nasional:

Raja Rampas Binor Bunuh Prajuritnya Dengan Siasat, Pakai Glock 17 Jenderal Sambo Bunuh Ajudan, Ken Arok Rebut Ken Dedes Pakai Keris Sakti Mpu Gandring, Sayang Pesulap Merah Ga Hadir, Ternyata Ini Soal Air

Ini Soal Air.

Kisah dan kejadian senantiasa berulang, berotasi dan bersiklus. Mirip dengan air yang bersiklus dari sungai menuju laut, oleh panas matahari uapnya naik ke langit. Berkumpul sebagai awan, kemudian mengalami kondensasi di langit, lalu turun kembali menjadi hujan. Selanjutnya sebagian diserap bumi, menjadi air tanah yang digali untuk diminum dan diserap oleh manusia, tumbuhan dan hewan. Selesai bertugas menjalani metabolisme di badan, keluarlah ia dari tubuh manusia. Ada yang menyebutnya pipis, ada yang menamainya air seni. Bahkan, ada juga yang doyan minum air kencing onta. Wadalah kok ya ada yang suka ya.

Selain air seni, air keringat dan air liur yang keluar dari badan manusia, ada satu jenis air lainnya yang ketika keluar dari badan manusia berlangsung disertai dengan rasa nikmat yang luar biasa.

Laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai kesempatan untuk mengalami pengalaman penuh fantasi dan sensasi itu, momen keluarnya pun bisa diatur secara bersama-sama hingga egois cuman satu pihak saja dan php bagi pihak lainnya.

Berbagai kisah dan kejadian nyata berikut ada hubungannya dengan pengeluaran air jenis itu dari tubuh manusia, yang karena dorongannya tidak berhasil dikelola dengan bijaksana maka tertuang menjadi rancangan keji yang berujung kematian bagi korbannya menjadi aib bagi peradaban manusia.

Raja Rampas Binor, Bunuh Prajurit, Kisah Daud, Uria dan Batsyeba.

Dari sumber literatur dikisahkan Raja Daud merancang kesepakatan jahat untuk merampas bini orang menjadi isterinya, setelah perselingkuhan nikmat antara Raja dan binor yang subur ini membuatnya hamil. Ini kejadian di tanah Israel ya bukan di Indonesia.

Binor yang cantik dan memikat ini bernama Batsyeba, sementara suaminya yang malang dan menjadi korban persekongkolan jahat ini adalah Uria, seorang prajurit tempur yang setia pada tugasnya.

Sebuah persekongkolan keji pun dikemas dalam skenario yang rapi dengan modus operandi menugaskan Uria ke medan perang agar mati terbunuh di sana sehingga Batsyeba sah menjadi janda yang kemudian diperistri oleh sang Raja. (sumber 1)

Kejinya persekongkolan ini tertuang dari perintah Raja Daud kepada Yoab panglimanya, "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."

Maka Yoab sebagai panglima yang berada di bawah hirarki komando harus patuh menjalan perintah sang Raja.

Beginilah kejadiannya ketika sebuah kekuasaan berada di tangan Raja penguasa yang gagal mengelola dorongan mengeluarkan air kenikmatan dari dalam tubuhnya menjadi petaka bagi orang lain.

Peristiwa gagal mengelola air ini berbeda 180 derajat dengan rekam jejak dan reputasi gemilang Raja Daud dalam periode sebelumnya.

Raja Daud bukan raja kaleng-kaleng, reputasinya sungguh gemilang. Yang awalnya hanyalah seorang anak muda, penggembala domba berhasil mengalahkan musuh, prajurit raksasa Goliat dari Filistin. Menjatuhkan prajurit profesional hanya dengan ketapel dan batu kali. (sumber 2)

Namun gegara gagal mengelola air dalam tubuhnya, jadilah aib yang diketahui publik sedunia dari masa ke masa, abad ke abad.

Reputasi awal yang gemilang namun berakhir kelam ini mirip dengan reputasi kisah berikutnya di Indonesia, yang baru sebulan lalu kejadiannya dengan tokoh sentral Irjen Ferdy Sambo.

Pakai Glock 17 Jenderal Sambo Bunuh Ajudannya.

Bila Raja Daud merampas binor dengan membunuh suaminya lewat rekayasa licik dan keji, masih belum jelas dan belum diungkap ke publik motif Irjen Ferdy Sambo membunuh ajudannya Brigadir J.

Pengakuan ke publik yang sudah diberitakan Ferdy Sambo membunuh Brigadir J gegara emosi dan marah yang dipicu oleh peristiwa di Magelang.

Sementara pak Mahfud dalam upayanya menenteramkan masyarakat yang geger nasional gegara kasus ini mencoba memberi kode santun lewat komunikasinya bahwa motifnya sensitif dan hanya untuk diketahui oleh orang dewasa dan publik diharap sabar karena nanti akan diungkap di pengadilan pada waktunya.

Belum cukup dengan itu, kode kasus Ryan Jombang pun sempat terucap dari pak Mahfud yang memicu warga +62 yang kreatif, peduli, cerdas sekaligus kepo tergiring menduga wah jangan-jangan ini adalah asmara sesama jenis atawa asmara LGBT.

Tak kalah seru dan tak sabar menunggu maka warga +62 pun riuh menduga berbagai kemungkinan motif lainnya, salah satunya Cinta Segi Empat.

Lah tapi apa pun motifnya, Asmara LGBT atau Cinta Segi Empat, toh itu semua berujung pada klimaks soal air kenikmatan yang keluar dari tubuh pelakunya khan?

Ya toh... Ga beda dengan peristiwa Raja Daud membunuh prajuritnya, gegara air kenikmatan.

Tapi ini masih kalah seru dengan kisah nyata soal air kenikmatan berikutnya yang pernah terjadi di Nusantara ini di abad ke-13.

Pakai Keris Mpu Gandring Ken Arok Preman Yang Rebut Ken Dedes Dan Menjadi Raja.

Dikisahkan, Ken Arok awalnya adalah seorang preman yang kemudian menjadi prajurit dan membunuh Tunggul Ametung atasannya, demi merebut isterinya, yaitu Ken Dedes.

Semua ini diawali gegara Ken Arok sempat melihat betis Ken Dedes yang tersingkap dan bercahaya. Hmmm lagi-lagi betis, dekat banget dengan urusan air kenikmatan.

Ditambah dengan keyakinan yang tertanam dalam mindset Ken Arok karena mendengar dari gurunya bahwa wanita yang memancarkan cahaya magis seperti itu adalah Nareswari dan seorang laki-laki yang memperistri wanita seperti itu, maka dia akan menjadi maharaja. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, dapat harta, dapat tahta, dapat wanita. Nikmatnya nyata, sekarang dan pasti. Uenak tenan tho.

Berbeda dengan Jenderal Sambo Bunuh Brigadir J pakai senpi Glock 17, maka Ken Arok pun mengatur siasat keji dengan memesan Keris Sakti dari Mpu Gandring, yang kelak juga dibunuhnya.

Mungkin sejarah akan berbeda kisahnya kalau Ken Arok berjumpa lalu duel dulu dengan Pesulap Merah yang membongkar keris sakti Gus Samsudin, barangkali semua trik dan siasat keji Ken Arok akan tersingkap dan gagal terlaksana.

Nah demikianlah pembaca, perspektif dari saya dengan simpulan sederhana:

"Mengelola air di dalam badan kita, ternyata butuh kemahiran dan kebijaksanaan agar tak salah tempat, tak keliru momen ketika mengeluarkannya. Air oh air, ternyata gegara kamu jadi geger nasional dimana-mana."

Sumber

[1] https://www.kompasiana.com/rintar_sipahutar/5b92cf14aeebe14b38701243/dosa-raja-daud-berzinah-dengan-batdyeba-dan-membunuh-uria?page=2&page_images=1

[2] https://www.churchofjesuschrist.org/study/manual/old-testament-stories-2022/david-and-goliath?lang=ind

[3] https://nasional.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545534/aura-magis-dari-betis-ken-dedes-yang-tersingkap-bikin-ken-arok-mabuk-kepayang

[4] https://news.detik.com/berita/d-6232635/6-pengakuan-ferdy-sambo-usai-jadi-tersangka-pembunuhan-brigadir-yoshua/2

[5] https://radartegal.com/pistol-glock-17-untuk-tembak-mati-brigadir-j-bukan-milik-bharada-e-tapi-milik-ajudan-istri-ferdy-sambo.36370.html

[6] https://www.merdeka.com/peristiwa/ferdy-sambo-tersulut-peristiwa-magelang-pembawa-petaka.html

[7] https://nasional.kompas.com/read/2022/08/10/10465111/terbongkarnya-skenario-sang-jenderal-prestasi-irjen-ferdy-sambo-lenyap-dalam?page=all#:~:text=Prestasi%20Ferdy%20Sambo&text=Sambo%20juga%20menangani%20kasus%20surat,Tugas%20Khusus%20(Satgassus)%20Polri.

[8] https://gorontalo.pikiran-rakyat.com/viral/pr-1965279635/terbongkar-isu-lgbt-dalam-kasus-brigadir-j-keluarga-ferdy-sambo-di-kampung-halaman-buka-suara-begini?page=2

[9] https://www.youtube.com/watch?v=fQd85eb12Q0

[10] https://medan.tribunnews.com/2022/08/13/menjijikkan-muncul-isu-lgbt-dalam-kasus-ferdy-sambo-vs-brigadir-j-diungkapdeolipa-yumara

[11] https://subroto1950.wordpress.com/2015/02/22/mengungkap-misteri-keberadaan-keris-empu-gandring/

[12] https://tirto.id/sejarah-ken-arok-perampok-jadi-raja-eeAj

[13] https://rubrikkristen.com/10-tokoh-alkitab-yang-berzinah/