Spiritual

Ferdy Sambo, Kehormatan Bangsa dan Diagram Tulang Ikan.

Bagong Setya a month ago 1.1k

Tanya teman-teman penulis Seword.

Bagaimana pun juga kasus Ferdy Sambo telah menyedot perhatian publik termasuk saya, yang seorang pujangga. Magnitudo persoalan ini mengusik pikiran saya.

Jemari saya pun tergerak menulis berbagai perspektif tentang hal ini dengan gaya tulisan yang sesekali saya selingi canda, biar enak dan ringan dibaca tapi edukatif, di antaranya:

Saya pikir sudah cukup saya menulis, tetapi ternyata pikiran ini tidak bisa diam. Masih saja belum tuntas rasanya bila tidak berbagi gagasan.

Kemarin saya mencoba bertanya kepada rekan-rekan penulis Seword untuk mendapat masukan atas pertanyaan yang masih mengganjal di benak saya:

Apakah kasus Ferdy Sambo ini bisa dikategorikan sebagai Aib Bangsa mengingat beberapa pemikiran ini?

Jawaban dari rekan-rekan penulis pun beragam:

Dasar usil, teman-teman ini komentarnya malah lucu-lucu.

Memulihkan Kehormatan Bangsa Bersama-sama

Banyak pihak telah ikut terseret dalam pusaran kasus ini sampai 36 polisi. https://www.youtube.com/watch?v=pBRwS3QZbjU

Tentunya nama baik Polri yang adalah polisinya 270juta rakyat Indonesia ikut tercoreng. Namun kita tak bisa diam saja sebagai rakyat, karena Polri adalah bagian dari rakyat.

Kita semua mesti berpadu dalam gotong royong untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap Polri, sementara Kapolri ibarat berperan sebagai lokomotif yang membawa kinerja kepolisian beserta seluruh jajarannya menjadi lebih baik lagi sebagai Bhayangkara Negeri.

Diagram Tulang Ikan

Dulu sewaktu kuliah kita pernah belajar sebuah alat manajemen untuk mengidentifikasi masalah yang sering terjadi di pabrik atau perusahaan.

Diagram Ishikawa (disebut juga diagram tulang ikan, atau cause-and-effect matrix) adalah diagram yang menunjukkan penyebab-penyebab dari sebuah even yang spesifik. Diagram ini pertama kali diperkenalkan oleh Kaoru Ishikawa (1968).

Fungsi dasar diagram Fishbone (Tulang Ikan) Cause and Effect (Sebab dan Akibat) Ishikawa adalah untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari suatu efek spesifik dan kemudian memisahkan akar penyebabnya.

Kali ini saya akan menggunakannya untuk menggambarkan perpaduan, kekompakan dan gotong royong yang mesti kita kerjakan bersama-sama. Versi diagram yang asli adalah untuk mencari sebab permasalahan, kali ini kita gunakan untuk menghasilkan solusi atau outcome dari suatu masalah. Sebuah gambar ilustrasi saya buat untuk memudahkan memahami secara lebih utuh dan lengkap.

Kasus Ferdy Sambo ini sekarang sudah memasuki putaran dari sistem peradilan di Indonesia, yang terdiri dari unsur-unsur penegak hukum mulai dari Advokat (bukan alpukat ya, kalo itu jus kesukaan saya), Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial. Biar lebih jelas baca sumbernya di sini (sumber 1)

Dari saksi, lalu tersangka berlanjut menjadi terdakwa hingga terpidana akan bergulir sesuai dengan progres yang telah mulai berproses dalam sistem peradilan di Indonesia. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan-SPDP sudah diterima oleh Kejaksaan Agung.(sumber 2)

Harapannya adalah perjalanan proses hukum dan keadilan dalam kasus ini dapat Memulihkan Kepercayaan Publik dan Menjaga Kehormatan Bangsa yang menjadi pikulan kita bersama-sama, utamanya menjadi bidang jangkauan dari sistem keadilan di Indonesia melalui lembaga Kejaksaan, Advokat, Pengadilan, Kehakiman yang dikawal oleh netijen +62, barisan emak-emak +62, Komnas HAM dan semua pihak yang punya waktu dan kepedulian atas problema ini.

Tulisan ini bukanlah sebuah bentuk peradilan sosial media untuk menghakimi Ferdy Sambo, cukuplah pak Benny Mamoto saja yang "dihakimi" oleh awak media Rosi dalam berita "Kompolnas Jubir Polres Jaksel? Ini Jawaban Benny Mamoto - ROSI" https://www.youtube.com/watch?v=9_-EQW1E3sU

Sumber:

[1] https://www.hukumonline.com/klinik/a/apa-saja-lembaga-penegak-hukum-di-indonesia-lt502201cc74649

[2] https://www.tribunnews.com/nasional/2022/08/13/kejagung-kerahkan-30-jpu-tangani-kasus-irjen-ferdy-sambo-tersangka-pembunuhan-berencana-brigadir-j

[3] https://nusantaraposonline.com/kasus-jenderal-bunuh-ajudan-alvin-lim-polisinya-polisi-ternyata-penjahat/