Politik

Yang Mau Nyalon Dipermudah, Tapi Hidup Rakyat Kayak Dipersulit.

Xhardy 24 days ago 0.0

Ironis, inilah satu kata yang cukup untuk menggambarkan situasi politik di negara ini. Bukan cuma politik tapi juga ekonomi dan sosial. Seolah semuanya bertumpuk, menyatu dan keluar pada saat bersamaan untuk membuat rakyat makin kesal, geram tapi pasrah tidak berdaya.

Begini, kalian pasti sudah tahu soal MA yang mengabulkan gugatan pemohon soal batas usia calon kepala daerah. Dulu, yang mau ikut pilkada harus berusia minimal 30 tahun saat penetapan paslon. Sekarang, aturan diubah. Boleh daftar pilkada sebelum genap usia 30 tahun asalkan saat tanggal pelantikan nanti, usia sudah pas 30 tahun. Dan salah satu orang yang pas dengan masalah ini adalah: kalian sudah tahu lah siapa.

Sengaja atau tidak, apakah ini direncanakan atau tidak, pokoknya ini fakta bahwa ada orang yang bakal mendapatkan kemudahan ini. Ini kayak keajaiban. Mereka seolah begitu beruntung. Atau mungkin bisa dikatakan beruntung level top. Kakak begitu, sekarang adik pun begitu.

Mereka berdua seolah sangat beruntung, apapun jalan yang mau ditempuh, mulusnya bukan main, lebih mulus dari kulit artis Korea.

Kemudahan seperti ini tentu saja bikin miris.

Bayangkan, ada mahasiswa yang pas-pasan, berjuang sekuat tenaga supaya bisa kuliah, dengan harapan bisa memutus rantai kemiskinan keluarganya, supaya bisa mengubah nasib menuju masa depan yang cerah, ternyata harus dipersulit dengan biaya UKT yang naik gila-gilaan.

Bayangkan, pekerja yang gajinya sudah banyak dipotong sana-sini untuk dana hari tua dan semacamnya, ternyata dihadapkan dengan kebijakan untuk dipotong gaji buat program perumahan yang tidak semua orang membutuhkan.

Bayangkan, ekonomi semakin menantang, pengangguran banyak, harga-harga barang merangkak naik, inflasi naik, rupiah melemah, PPN juga bakal naik, itu semua memberatkan kehidupan rakyat.

Tapi di sisi lain, mereka yang mau ikut pilpres atau pilkada, dipermudah urusannya. Usia tidak cukup, tenang saja, frasa aturan diganti sehingga urusan beres. Ya, harus dipermudah dong, orang mau mengabdi kepada nusa dan bangsa tapi hanya karena terhalang aturan, malah gak bisa nyalon. Sungguh tidak etis dong.

Negara ini, kan, kalau semua bisa dimudahkan kenapa harus dipersulit. Itu untuk mereka yang mau nyalon. Tapi kalau untuk rakyat jelata, sepertinya kebalikannya, hehehe. Entah mau jadi apa negara ini ke depan. Tahun ini adalah tahun paling berat buat banyak orang, tapi sekaligus tahun paling menyenangkan bagi sebagian keluarga.

Bagaimana menurut Anda?