Politik

Video “Politik Kotor” PKS Dibalik Bakti Sosial Jual Minyak Goreng Murah.

Nafys Seword 4 months ago 5.0k

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi rakyat Indonesia yang suka makan gorengan (termasuk penulis). Tahu atau tempe goreng + cabai rawit sudah enak banget rasanya. Percayalah! Xixixixi

Ketika harga minyak goreng melambung tinggi, tentu saja ini akan membuat masyarakat susah, makanya tidak heran ketika ada pasar rakyat yang menjual minyak goreng murah, pasti habis terjual. Begitu juga di mini market, stoknya kosong karena terjual habis.

Di tengah masyarakat yang membutuhkan minyak goreng murah, ternyata ada juga yang melakukan “politik kotor” dengan mempolitisasi hal ini demi kepentingan partai politik mereka sendiri. Dan mirisnya lagi, hal ini dilakukan oleh salah satu elit dari PKS yang katanya partai dakwah, katanya…

Hal ini terjadi di salah tempat di Jawa Barat, dimana PKS pernah berkuasa selama 10 tahun sebelumnya.

Penulis melihat sebuah postingan orang PKS di facebook dengan nama Ummu Najmi yang memiliki akun facebook https://web.facebook.com/ummu.najmi.90

Jika dilihat salah satu fotonya, ternyata memang orang PKS di Bogor! WKwkwkw

Dalam salah satu postingannya yang beralamat di https://web.facebook.com/100057483879431/posts/400351815224278/

Orang PKS ini membagikan 2 foto dan 1 video kegiatan mereka terkait penjualan minyak goreng murah kepada masyarakat.

Dari postingan tersebut, kita mendapatkan informasi bahwa Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor bernama Dedi Aroza yang didampingi Ketua DPC PKS Gunungsindur Nelkom melaksanakan bakti sosial berupa penjualan minyak goreng murah kepada masyarakat.

Kita gak masalah jika PKS melakukan aksi bakti sosial jual minyak goreng murah kepada masyarakat, tetapi apakah PKS melakukan aksi sosial tersebut murni untuk membantu orang lain atau demi kepentingan politik PKS?

Coba perhatikan apa yang dikatakan oleh Ketua DPD PKS Dedi Aroza dalam postingan tersebut di bawah ini:


https://web.facebook.com/ummu.najmi.90/videos/pcb.400351815224278/1407435953020628/

Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Dedi Aroza secara tegas mengatakan bahwa ibu-ibu yang mendapatkan minyak goreng murah tersebut adalah mereka yang jadi anggota (PKS). Dia juga mengingatkan ibu-ibu untuk komitmen dari sekarang memilih PKS pada saat Pemilu nanti.

Sudah kelihatan bukan bagaimana “politik kotor” PKS berkedok bakti sosial penjualan minyak goreng murah kepada masyarakat?

Informasi yang sama terkait penjualan minyak goreng murah kepada masyarakat oleh PKS juga dibagikan oleh orang PKS lainnya yang memiliki nama akun facebook Nunuk Eny Kisworo yang beralamat di https://web.facebook.com/nunukeny.kisworo

Dari akun facebooknya, terlihat jelas jika dia benar orang PKS!

Bahkan dia juga ikutan kompak teriak ganti Presiden 2019 lalu:

Berikut adalah wujudnya, tara….!

Dalam salah satu postingan orang PKS ini yang beralamat di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4858172044205688&id=100000388200826

Dia secara tegas menyebutkan Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Dedi Aroza meminta masyarakat untuk memilih PKS dalam acara penjualan minyak goreng murah tersebut!

Dalam postingan tersebut, orang PKS tersebut juga membagikan poster bahwa penjualan minyak goreng murah oleh PKS tersebut khusus untuk masyarakat Gunung Sindur yang sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PKS atau masyarakat yang mendaftar jadi anggota PKS

Jika nanti ada yang ngeles bahwa tidak ada kegiatan penjualan minyak di Gunungsindur oleh PKS setempat, penulis membagikan postingan penjualan minyak goreng murah yang dihadiri oleh Ketua DPC PKS Gunungsindur bernama Muhammad Nelkom dari akun facebook DPC PKS Gunungsindur yang beralamat di https://web.facebook.com/story.php?story_fbid=297667222392695&id=100064482597295

Jadi, makin terang benderang bukan bagaimana “politik kotor” PKS dalam merekrut anggotanya berkedok baksi sosial peduli rakyat?

Jika memang PKS murni ingin membantu rakyat dalam mendapatkan minyak goreng murah, ya silahkan menjualnya langsung tanpa embel-embel harus mendaftar jadi anggota PKS.

Apalagi sampai ada pesan “sponsor” untuk memilih PKS saat pemilu nanti seperti yang dikatakan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Dedi Aroza dalam aksi jual minya goreng murah kepada masyarakat seperti dalam video di atas!

Jika PKS berhasil merekrut anggota baru sebanyak 1000 orang dengan “kedok” jual minyak goreng murah di satu tempat, bisa dibayangkan berapa juta orang masyarakat yang berhasil direkrut oleh mereka di seluruh Indonesia demi kepentingan politik PKS dalam Pemilu 2024 nanti?

Jumlah yang sangat fantastis bukan?

Dan mereka sudah melakukan perekrutan anggota baru PKS mulai sekarang dengan “kedok” bantu rakyat (bakti sosial).

Sebaiknya, masyarakat juga harus kritis bahwa mereka “hanya” dimanfaatkan demi kepentingan politik PKS.

Masa sih hanya untuk mendapatkan 1 liter minyak goreng dengan harga Rp 13.000, kalian mau jadi anggota baru PKS dan mau milih PKS dalam Pemilu nanti???

Apakah suara kalian semurah itu untuk 5 tahun yang akan datang?

Mungkin setelah ini, PKS pusat akan panik karena video “politik kotor” mereka merekrut anggota PKS berkedok bakti sosial menjual minyak goreng murah dengan pesan sponsor milih PKS dalam Pemilu nanti viral di media sosial.

Mungkin mereka akan meminta pihak terkait untuk mengusut siapa penyebar video tersebut, padahal yang upload video tersebut adalah orang PKS sendiri bernama Ummu Najmi dalam akun facebooknya.

Ssst, penulis juga sudah menyimpan backup video PKS tersebut jika nanti postingan Ummu Najmi dihapus untuk menghilangkan jejak! Wkwkwkwkw

Apakah PKS pusat akan membantah jika Dedi Aroza yang meminta masyarakat milih PKS saat Pemilu nanti dalam acara jual minyak goreng murah itu bukan kader mereka? Wkkwkw

Faktanya, Dedi Aroza benar menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor periode tahun 2020-2025 nanti. Sumber

Sekarang, rakyat Indonesia sudah bisa menilai sendiri bagaimana “politik kotor” PKS yang katanya partai dakwah dalam merekrut anggota PKS yang baru “berkedok” aksi sosial bantu rakyat kecil mendapatkan minyak goreng murah.

Suara rakyat tidak semurah harga minyak goreng!

Wassalam,

Nafys Seword