Politik

Video Lama SBY Bikin Dia Dipermalukan Dengan Telak.

Xhardy 2 days ago 3.5k

SBY sangat mempermalukan diri sendiri saat mengatakan dirinya mau turun gunung karena mencium adanya kemungkinan pemilu 2024 akan tidak jujur dan adil.

Kadang orang mengatakan sesuatu, tapi tidak sadar rekam jejak masa lalu malah menelanjanginya. SBY salah satunya.

Politisi Partai PSI Mohamad Guntur Romli menyentil SBY dengan video lamanya. Melalui cuitannya di Twitter Guntur Romli memperlihatkan video SBY yang menanggapi Pemilu pada eranya tak adil.

"Kata Pak SBY 'saya turun gunung karena ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil'. Saya jadi teringat kata-kata Pak SBY dulu 'jangan-jangan orang yang sering menuduh pemilu curang dulunya sering curang'," katanya.

Dalam cuitan itu disertakan sebuah video wawancara terhadap SBY.

Wartawan tersebut menanyakan bahwa ada banyak pernyataan yang menuduh pemungutan suara 2014 akan curang dan pemerintah di masa SBY tak netral.

"Saya juga mendengar dan kalau saya perhatikan politisi yang mudah sekali menuduh pemilu curang ya itu itu saja orangnya. Jangan-jangan orang yang mudah sekali menuduh pemilu curang pemerintah curang itu dulu juga sering curang, dikira orang lain melakukan hal sama," katanya.

Lucunya lagi, SBY seolah lupa ingatan, mungkin sudah ketuaan, dan baru-baru ini mengklaim bahwa dia mendengar kabar ada tanda-tanda Pemilu 2024 bakal tidak jujur dan tak adil, sehingga dia harus turut serta dan turun gunung untuk menghadapi Pemilu 2024.

Ya sudah, kalau begitu, kita pakai jawaban SBY dulu. Kalau SBY curiga pemilu 2024 bakal tidak adil, jangan-jangan itu dulu juga sering begitu, dikira orang lain melakukan hal sama. Jawabannya kita kembalikan dengan baik-baik.

Memalukan, bukan?

Ini namanya lempar bumerang, lalu kena kepala sendiri. Dia menyindir orang yang menduga ada kecurangan dalam pemilu, dan sekarang dia menjadi sama persis dengan orang yang pernah dia sindir. Sama saja SBY menampar diri sendiri.

SBY raja play victim, siapa pun sulit membantah itu. Hanya pengecut yang mudah kalah yang akan bermain sebagai korban dizolimi. Tidak terima bakal kalah, lalu melempar isu tak sedap yang berpotensi bikin gaduh.

Lebih baik AHY, SBY dan Demokrat diam saja. Diam terasa lebih terhormat, ketimbang makin banyak bicara tapi kelihatan makin tidak ada harga diri. Lebih baik diam daripada rekam jejak makin dikuliti dan jadi sasaran bully. Nanti ujung-ujungnya prihatin pula lagi.

Saya masih ingat dengan pilpres dulu di mana kubu Prabowo mengaku dicurangi sehingga kalah. Bakal saking tak tahu malu, mereka mengklaim menang pilpres berdasarkan hasil survei internal yang hasilnya bertolak belakang dengan quick count lembaga survei kredibel. Bahkan mereka tak malu memamerkan prosesi sujud syukur mengaku menang. Mereka bikin gaduh, mengklaim menang dan kalau kalah, mengaku dicurangi.

Pola ini sekarang sedang dijalankan oleh SBY demi satu orang tak becus bernama AHY. Dan jangan heran kalau pemilu nanti juga bakal riuh dan panas. Ada kelompok yang tak mau kalah, tak siap kalah, tak rela kalah dan harus menang. Makanya mereka duluan curi start setor isu gaduh.

AHY tidak bisa nyapres atau jadi cawapres, nanti bakal dibilang salah pemerintah. Suara Demokrat jeblok, bakal dibilang salah pemerintah. Anies tidak bisa nyapres, dibilang Anies sengaja dijegal. Demokrat kalah pilpres, nanti bakal bilang ada dugaan kecurangan dll.

Padahal kalau dipikir-pikir mereka kemungkinan besar kalah. Anies dan AHY tak bisa ikut pilpres juga bukan hal yang aneh. Mereka kemungkinan besar kalah tapi mau balikkan situasi jadi kemenangan tapi dengan cara pengecut.

Masa Demokrat mau sodorkan AHY yang belum matang dalam berpolitik? Dikira negara ini punya keluarga sendiri sehingga harus jadi presiden. AHY saja tidak pede lepas dari gandengan tangan SBY. Anak sendiri belum mandiri mau disodorkan sebagai calon pemimpin negara? No way lah.

Prestasi nol, tak punya nilai jual, masih tergantung bapak, mau mimpin negara? Nanti kalau jadi presiden, mungkin bapaknya diangkat jadi penasehat tertinggi negara. Saudara kandung diangkat jadi tangan kanan.

Bagaimana menurut Anda?