Politik

Terima Kasih Cak Imin, Warga NU Semakin Cerdas Untuk Tidak Pilih Anies Jadi Capres..

Nurul Azizah a year ago 211.0

Tulisan ini muncul manakala Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merapat ke Nasdem. Berita ini viral di media sosial pada akhir Agustus (31/8/2023). Kabar PKB merapat ke Nasdem membuat Demokrat merasa dikhianati lantaran berujung pada duetnya Anies Baswedan dan Cak Imin. Akhir Agustus 2023 adalah terdepaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang semula ada kesepakatan tanggal mereka akan deklarasi AHY didapuk menjadi cawapres Anies.

AHY marah, tanpa ba bi bu, tiada angin tiada hujan, Cak Imin masuk menggantikan posisinya. Cak Imin mendapatkan tempat cawapres mendampingi Anies. Tentunya kejadian ini membuyarkan AHY dari impian yang kerap mengganggu tidurnya.

Terus ke mana arah Demokrat akan berlabuh, ke PDIP kah atau ke Gerindra, itulah dunia politik, tidak pernah bisa ditebak dan penuh sensasional.

Bergabungnya Cak Imin ke Nasdem membuat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra yang diwakili Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menggelar Konferensi Pers di Nusantara II, kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2023). Hasilnya Sufmi Dasco Ahmad mewakili Partai Gerindra menghormati keputusan Cak Imin untuk berkoalisi dengan Nasdem menjadi bakal cawapres Anies Baswedan. (Liputan6.com).

Tentunya Partai Gerindra bubarkan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Perginya Cak Imin dari koalisi KKIR, membuat pimpinan partai Gerindra merasa dikhianati. Gerindra dan PKB sudah lama menyusun koalisi. Cak Imin bakal disandingkan dengan Prabowo sebagai cawapres.

Merapatnya Cak Imin ke Nasdem juga membuat geger dunia medsos. Terutama penggemarnya Anies yang mulai bangkit lagi dari keterpurukan. Juga warga Nahdliyyin yang memiliki akun-akun di medsos untuk menentukan pilihannya di pilpres 2024.

Elektabilitas Ganjar Pranowo naik terus, sementara Prabowo stagnan dan Anies terjun bebas. Berdasarkan informasi dari Litbang Kompas Ganjar Pranowo berada pada posisi teratas, unggul jauh dari Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Diketahui Ganjar meraih elektabilitas tertinggi dengan 34,1 persen. Kemudian disusul dengan Prabowo yang memiliki 31,3 persen dan Anies dengan 19,2 persen.

Hal inilah yang membuat Nasdem dan PKB bermanuver. Bergabungnya Cak Imin ke Anies membuat sensasi. Awalnya warga NU yang tahunya pilih PKB, kini berubah haluan. Hal ini penulis ketahui dari komentar yang sebagian warga Nahdlatul Ulama atau disingkat NU yaitu teman-teman penulis yang mayoritas pecinta NU dan NKRI.

Warga NU benar-benar cerdas untuk menentukan siapa pilihan presidennya.

Demikian penulis sertakan komentar beberapa teman NU yang cinta NKRI.

"NU dari awal memerangi radikalisme dan intoleransi, memerangi hoak dan tipu daya dari Wahabi, Salafi, HTI, Khilafah lha kok Cak Imin Ketum PKB menjadi cawapresnya Anies yang selama ini didukung oleh kelompok radikal intoleransi. Warga NU tahu kalau Anies didukung oleh Wahabi, Salafi, Takfiri, FPI, HTI, PKS dan kelompok radikal lainnya," teman dari WAG DardaNU.

Dari WAG Keluarga Aswaja NU, "Selama PKB dikendalikan Cak Imin, PKB No."

"Cerdas, kalau orang NU tidak pilih pasangan Anies - Cak Imin."

"Muhaimin jangan eksploitasi masyarakat NU, hormati pimpinan NU."

"Biar saja si Imin jalan sendiri, kita para NU sejati yang cinta NKRI, patriotis dan Pancasilais wajib cerdas dan bijak. Tidak akan mendukung si Imin yang gila jabatan. Kalau perlu tenggelamkan saja di Pilpres 2024."

Dan tentunya banyak komentar-komentar lainnya yang tidak akan pernah pilih Anies sebagai calon presiden, baik di group WhatsApp dan di Facebook teman-teman pecinta NU dan NKRI.

"Ayo kita sadarkan warga NU, jangan pernah pilih pasangan para pengkhianat, Cak Imin mengkhianati Gus Dur dan Prabowo.

Anis mengkhianati Prabowo, AHY, PKS, dan rakyat Jakarta," komen lain yang tak kalah serunya.

Koalisi Nasdem PKB tentunya punya maksud tersendiri, yaitu ingin menghijaukan Nasdem, khususnya ingin mencari suara dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang rata-rata pemilih fanatik PKB.

Tapi ingat saat ini warga NU sudah mulai melek media sosial. Banyak yang tahu kiprahnya Cak Imin yang selalu berpindah-pindah koalisi dengan PKS, Gerindra dan terakhir dengan Nasdem.

Yang tentunya PKS, Gerindra dan Nasdem tidak akan pernah mengusung calon terkuat untuk pilpres 2024 yaitu Ganjar Pranowo.

Bisa jadi warga NU yang cinta NKRI tetap pilih Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024-2029.

Terima kasih Cak Imin, warga Nahdliyyin semakin cerdas untuk tidak pilih capres Anies Baswedan. Koalisi dengan siapapun, warga NU tidak bakal pilih Anies, kecuali bagi yang tidak faham peta perpolitikan yang selalu berubah arah dan tujuan. Memilih karena fanatik dengan PKB tanpa tahu pimpinan nya sedang berkoalisi dengan siapa.

Nurul Azizah, penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.