Politik

Salim Said, Sebut Presiden KKN Terkait Gibran .

Xhardy 4 months ago 1.9k

Salim Said, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) menyatakan kondisi partai politik di rezim Jokowi bukan sebuah konsolidasi demokrasi. Pasalnya hampir 82 persen partai yang berada dalam parlemen merupakan bagian dari pemerintahan Jokowi, bukan sebagai oposisi.

Melihat fenomena tersebut, Salim Said mengatakan penggabungan para partai hingga menjadi gemuk ini merupakan konsolidasi kekuatan Jokowi. "Untuk proses politik Indonesia, menurut saya, itu bukan konsolidasi demokrasi, itu lebih merupakan konsolidasi kekuatan Jokowi," katanya.

Saya coba sanggah. Pernah gak berpikir, oposisi seperti PKS dan Demokrat, yang suaranya kecil aja bisingnya minta ampun? Pernah gak lihat cara kerja dan pola pikir PKS yang amburadul?

Fahri Hamzah pernah menyindir oposisi yang dianggapnya lemah dan memble. Benar sekali apa yang dia bilang. Oposisi saat ini tidak berkualitas. Ditambah lagi barisan sakit hati, kualitas demokrasi hancur parah. Mereka kompak bikin gaduh tapi berlindung di balik makna demokrasi dan hak berpendapat. Nyinyiran mereka tak ada bagus-bagusnya. Hanya bikin gaduh dan menyesatkan masyarakat.

Kalau kekuatan oposisi dan pemerintah berimbang, bisa kalian bayangkan seberapa gaduh politik di negara ini. Ada kebijakan bagus bakal dihadang dengan berbagai alasan padahal itu adalah sakit hati politik. Bayangkan kalau partai seperti PKS bisa unjuk gigi, berapa banyak peraturan konyol yang akan lahir?

Salim Said juga mengatakan, kekuatan Jokowi terbukti dengan terpilihnya keluarga Jokowi sebagai pemimpin daerah. Gibran jadi Wali Kota Solo, dan menantunya Bobby yang menjadi Wali Kota Medan.

Menurut Salim Said, semua perolehan kursi mereka tidak mungkin dapat diraih jika bukan karena posisi Jokowi yang kuat. Anak dan menantu Jokowi dapat menjadi Wali Kota karena adanya dukungan dari partai-partai kekuatan politik.

Pasalnya, seperti tercatat dalam sejarah, Indonesia baru saja melakukan sidang MPR dengan keputusan melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). "Lah kok kita punya presiden (yang) KKN-nya terang-terangan. Anaknya yang cuma punya pengalaman jual martabak jadi wali kota," katanya.

Katanya guru besar, tapi ngomong pun bisa aneh begini.

Ada bukti gak Jokowi lakukan KKN? Kalau Gibran atau Bobby bisa jadi wali kota karena pengaruh Jokowi, mungkin bisa jadi salah satu faktornya.

Tapi Jokowi tidak pernah menunjuk mereka secara langsung karena nasib kedua orang ini ada di tangan rakyat yang memilih. Kalau rakyat tidak suka, mereka pasti tidak akan menang Pilkada. Lain ceritanya kalau Jokowi menunjuk langsung mereka sebagai menteri atau posisi strategis lain tanpa proses pemilihan.

Ini mirip dengan tudingan Jokowi membentuk dinasti politik. Orang-orang stres ini suka mengacak-acak logika dengan narasi yang aneh-aneh.

Ini tak ada bedanya dengan orang yang iri melihat keberhasilan orang lain lalu menebar tudingan yang tidak-tidak. Padahal yang bersangkutan ikut pilkada dan menang. Peluang kalah tetap ada. Jadi unsur KKN-nya di mana?

Apakah yang dimaksud adalah nepotisme di mana partai memilih calon wali kota karena pengaruh kedekatan dengan Jokowi? Tetap saja kalau rakyat tidak suka, tidak akan memilih. Lihat saja AHY, resign dari militer, langsung diusung sebagai cagub DKI, tapi tetap kalah telak, kan? Padahal AHY adalah anak SBY, mantan presiden dua periode. AHY malah kalah langsung di putaran pertama.

Guru besar ini kok pikirannya lucu ya? Selain jualan martabak, Gibran banyak bisnis lainnya. Orang ini juga belum tentu bisa jadi seperti Gibran yang sukses secara ekonomi.

Lucu memang kelompok ini.

Ada anak presiden jadi wali kota meski dipilih rakyat, tetap salah.

Ada anak presiden, jadi pengusaha sukses, tetap salah. Dicurigai uangnya dari mana muncul sebanyak itu.

Semua selalu salah kalau terkait dengan Jokowi. Tidak ada yang benar. Seolah anak presiden tidak boleh jadi kepala daerah, tidak boleh jadi pengusaha sukses, tidak boleh jadi apa pun kecuali duduk diam di rumah atau jadi orang melarat. Ini asli dengkinya terlalu kentara.

Nanti kalau Gibran misalnya jadi gubernur DKI atau presiden, pasti nyinyirnya akan makin kencang lagi.

Bagaimana menurut Anda?

https://bekasi.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-123574452/salim-said-sebut-jokowi-terang-terangan-kkn-anaknya-cuma-punya-pengalaman-jual-martabak-jadi-wali-kota?page=2