Politik

Prabowo Menang di Putaran Ke Dua, Strategi Pilkada DKI Jakarta Berlaku di Pilpres 2024.

Tunny a year ago 901.0

Prabowo Subianto bisa saja menang jika putaran ke dua berlangsung. Sebab jika dilihat secara saksama maka bisa diurai benang merah yang akan menuju kemenangan.

Prabowo Subianto dan timnya diketahui memainkan isu Ratna Sarumpaet digebukin. Begitu juga dengan kasus Ahok kemarin.

Cara-cara licik yang menggelikan ini akan dimainkan kembali oleh tim Prabowo lewat cara main Fadli Zon dan kroni-kroninya.

Bahkan hasil rilis lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang sedikit membuat kita terperangah.

Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Menhan Prabowo Subianto mencapai 38%, disusul Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Survei ini termasuk survei terbaru yang digelar pada 26-30 Mei 2023 terhadap 1.230 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Survei dilakukan melalui panggilan telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Pola pemilihan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing (RDD). Nah, jika sobat seword tau atau tidak apa itu RDD ?

RDD yaitu teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Adapun margin of error survei +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Dari hasil survei ini juga kita bisa mengambil sebuah analisa bahwa kemungkinan Prabowo bisa menang lebih luas jika pilpres berlangsung dalam dua putaran.

Jika berlangsung dalam dua putaran maka sudah bisa dipastikan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto masuk.

Saat itulah Prabowo akan mengungguli sebab para pendukung Anies Baswedan yang didominasi oleh 20 persen yang tak puas dengan kinerja Jokowi ini akan berpindah ke Prabowo.

Para pendukung Anies Baswedan yang keseluruhannya adalah pembenci Jokowi akan mengambil langkah pintar yaitu kembali pada koalisi DKI Jakarta.

Lihat saja bagaimana Ahok dikalahkan saat itu. Sehingga pihak Ganjar Pranowo harus selalu waspada melihat segala peluang lawan.

Sehingga suka atau tidak suka arah angin bisa berubah-ubah sesuai propaganda yang dimainkan. Apalagi kini Prabowo Subianto sedang gencar memainkan propaganda bahwa ia mendapatkan restu dari Joko Widodo.

Survei dari indikator Politik Indonesia juga memberi peringatan keras dan kode merah bagi partai berlambang merah pula. Jika ini dianggap hanya sebatas angin sepoi-sepoi maka lihat saja efeknya.

Sebab angin sepoi-sepoi itu membuat terlena sobat. Karna rumput pun Takan digoyangkan olehnya, akan tetapi ia bisa menidurkan banyak orang.

Demikian kehebatan angin sepoi-sepoi sob.