Politik

Please, Jangan Paksa Bambang-Dhony Bicara, karena Jokowi akan Malu soal Proyek IKN.

Widodo SP 19 days ago 1.1k

Mundurnya Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe masih menjadi spekulasi karena belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan mengenai pengunduran diri mereka. Namun yang jelas, mundurnya mereka bak petir di siang bolong, yang jelas mengejutkan Jokowi selaku sosok yang semula sangat yakin proses pembangunan IKN akan berjalan mulus dan lancar di bawah kepeminpinan Bambang-Dhony.

Lansiran dari laman bbc.com menyebutkan bahwa sampai Rabu (05/06) siang, Bambang-Dhony belum memberikan keterangan tentang alasan kemunduran mereka. Sementara Presiden Jokowi merespons dengan jawaban template ketika ditanya soal perkara ini:

"Ditanyakan ke pak Bambang dan pak Dhony, karena alasannya alasan pribadi," kata Jokowi di hadapan wartawan saat berkunjung ke IKN.

Yaelah, Mister President, jawaban template begitu sih siapa saja bisa bicara. Kenapa nggak diberi tambahan yang memberi efek meneduhkan sih, Pakdhe Jokowi? Apa jangan-jangan hati Bapak sedang galau, cemas, gemas, dan panas ya?

Beda Jokowi, beda pula jawaban Opung Luhut ketika ditanya. Sosok "Menteri Segala Urusan" ini mengaku bahwa mundurnya Bambang-Dhony terkait dengan apa yang disebutnya "kepemimpinan".

"Itu menyangkut leadership aja, saya enggak bisa bicara aib orang lah," kata Luhut dalam talkshow di Menara Global, Jakarta Pusat, Selasa (04/06), sambil menyebut dirinya juga kesal dengan masalah mundurnya dua orang penting di IKN tersebut.

Ah, Opung Luhut bisa saja alasannya. Pasti ada masalah lebih dari itu kan, sampai bikin kesal? Itu soal leadership yang tidak mampu kerja duo Bambang-Dhony atau sosok yang memberi mereka tugas tidak mampu melakukan supervisi dan mengawal untuk hal-hal yang tidak bisa mereka tangani karena (ehm) mungkin ada masalah serius yang membutuhkan campur tangan Opung Luhut atau malah Presiden Jokowi?


Orang awam seperti saya ngertinya kalau sosok seperti Bambang-Dhony sampai mundur, tentu persoalannya bukan perkara gaji dan tunjangan, karena kabarnya gaji dan tunjangan mereka lebih dari cukup, bahkan nggak terasa kalau kena potongan paksa program Tapera sekalipun. Beda ya, kalau soal gaji dan tunjangan yang (misalnya) nunggak, karena segede apa pun pendapatan kalau dibayar super telat ya, sama aja bohong tuh namanya. Hahaha...!

Jadi, saya yakin pasti ada masalah serius, entahkah soal pembebasan lahan, proses pembangunan, soal tanah dan masyarakat adat, atau masalah lain yang kini masih disimpan rapat-rapat. Hanya, dalam situasi terdesak atau situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan, bukan tak mungkin Bambang-Dhony akan bersuara, lalu membuka aib dan borok proyek IKN yang bisa membuat Jokowi malu atau malah murka karena omongan mereka. Kita tunggu saja drama IKN akan mengarah ke mana!

Begitulah kura-kura...


Sumber berita:

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c511l2ylxeyo