Politik

PKS Tetap Bersama, Anies-Cak Imin Makin Percaya Diri?.

DHEKO 9 months ago 6.0

Koalisi yang akhir-akhir ini sedang jadi pusat perhatian. Koalisi yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres dan Muhaimin Iskandar sebagai bakal cawapresnya. Koalisi yang sementara dibentuk oleh Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebelum kerjasama dengan PKB, Partai NasDem sempat membentuk kerjasama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Namun belum juga mencapai kesepakatan final, di tengah kemunculan Muhaimin Iskandar dan PKB, Partai Demokrat memutuskan untuk cabut. Sementara PKS masih menahan diri.

Namun seiring perjalanan waktu serta semakin mepetnya menuju pendaftaran pasangan calon presiden, agaknya PKS sudah menyiratkan keputusannya. PKS akan tetap menjadi pengusung Anies Baswedan.

Keputusan yang sangat patut untuk dimengerti mengingat besar kemungkinan bila pemilih PKS adalah juga simpatisan Anies Baswedan. Tidak sulit untuk memperhitungkan hal tersebut.

Apa yang diambil oleh PKS itu juga sangat mudah untuk dipahami. PKS sebenarnya tidak perlu khawatir bahwa mereka akan kehilangan suara. Soliditas dan fanatisme mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Justru dengan tetap menjadi pengusung Anies mereka punya peluang untuk memperbesar perolehan suaranya pada pileg 2024 nanti. Mereka punya kesempatan menjadi penampung dari pemilih Anies Baswedan, baik dari yang belum menentukan pilihan partai politik maupun pemilih partai politik yang memang condong untuk mencoblos Anies. Seperti diketahui, pilpres adalah ajang memilih figur.

Keputusan PKS tersebut mungkin juga dipengaruhi oleh tidak adanya pendekatan serius dari kubu- kubu koalisi lainnya, yang tidak memanfaatkan momentum perpecahan akibat dari diusungnya pasangan Anies-Cak Imin. Memang terlihat tidak ada yang mencoba merayu PKS. Padahal seandainya ada kubu lain yang mencoba menggaet PKS, hal tersebut bisa jadi akan menjadi faktor yang membuat permainan di 2024 menjadi berubah dan lebih menarik. Padahal ada satu nilai lebih yang dimiliki PKS, yaitu soliditas simpatisan dan kepatuhannya pada keputusan partai, yang mana hal tersebut mempermudah untuk memperkirakan perolehan besarnya dukungan.

Dengan kemungkinan PKS masih menjadi pendukung, akankah pasangan Anies-Cak Imin makin percaya diri?

Iya, tentu saja. Mereka akan makin percaya diri. Seandainya benar maju dalam pilpres, setidaknya suara 10 % sudah di tangan hasil sumbangan dari PKS. Sementara secara umum, suara di pulau Jawa bagian barat dan di sebagian pulau Sumatera akan semakin didapat oleh pasangan Anies-Cak Imin. Di saat yang sama, di mana Cak Imin berkontribusi di Jawa Timur, pasangan tersebut tentu patut diperhitungkan walaupun secara hasil survei masih empot-empot-an.

Tapi tentu akan lain cerita ketika kemudian ada drama baru yang terjadi. Bisa saja tiba-tiba NasDem atau PKB mencabut dukungannya. Kemungkinan yang tetap akan ada. Seperti kata Pak Jokowi, bahwa masih akan ada "drama sinetron" yang terjadi sampai saat pendaftaran pasangan capres-cawapres nanti.