Politik

Penurunan Rupiah di Balik Isu Prabowo Akan Naikkan Rasio Utang 50% Terhadap PDB.

Xhardy a month ago 470.0

Di beberapa media, diberitakan bahwa rupiah turun karena imbas dari isu Prabowo yang katanya ingin terus meningkatkan rasio utang Indonesia terhadap PDB menjadi 50 persen dalam masa jabatan lima tahunnya. Saat ini masih di bawah 40 persen.

Prabowo kemudian membantah rencana itu. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono.

Dia mengatakan Prabowo belum menetapkan target tingkat utang apa pun dan akan mematuhi batasan hukum mengenai metrik fiskal.

“Kami sama sekali tidak membicarakan target utang terhadap PDB. Ini bukan rencana kebijakan formal,” kata Thomas.

Sebelumnya Prabowo sempat mengatakan bahwa Indonesia harus lebih berani mengambil utang untuk mendanai program pembangunan dan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Prabowo juga berulang kali berjanji untuk mematuhi aturan pengambilan utang dengan batasan defisit anggaran.

Mungkin inilah yang membuat pasar bereaksi negatif.

Lembaga pemeringkat dan investor terus memantau kebijakan fiskal Prabowo, karena ada kekhawatiran program-program mahal yang dijanjikan saat kampanye pilpres akan menggagalkan catatan kehati-hatian fiskal Indonesia.

Masalah terbesar Prabowo adalah program makan gratis dan susu gratis. Anggarannya bukan main. APBN tidak akan kuat menahan ambisi Prabowo ini. Efeknya, pos anggaran lain bakal terkikis dan dikorbankan demi program makan gratis ini. Itupun sepertinya masih belum cukup.

Ini yang menjadi ketakutan banyak orang. Karena anggaran tidak cukup, atau sudah cari sana-sini tapi masih belum cukup, ada dua yang mungkin bisa dilakukan yaitu utang diperbesar atau rasio pajak diperbesar.

Dua solusi ini adalah kartu mati untuk Prabowo. Kalau dia berani mengambil dua solusi ini, masyarakat akan bereaksi heboh. Kedua, investor asing akan kecewa atau bahkan ketakutan. Sentimen negatif akan menyelimuti pasar keuangan.

Lucu aja sih, satu program saja bisa berpotensi membuat keuangan negara ngos-ngosan. Entah apa manfaatnya di jangka panjang, saya pun kurang paham. Banyak yang yakin, keuntungannya tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.

Tapi kalau Prabowo masih tetap bertekad menjalankan program ini, akan ada sedikit atau bahkan banyak kekacauan. Bayangkan anggaran ini setara dengan pembangunan IKN. IKN masih mending, ada bentuk fisiknya. Sedangkan makan gratis, anak-anak makan, ya sudah. Gitu aja. Buang-buang anggaran aja sih kalau menurut saya.

Let's see apa yang akan dilakukan Prabowo. Salah langkah, masyarakat dan pasar akan bereaksi. Ekonomi Indonesia dipertaruhkan. Mau capai pertumbuhan ekonomi 8 persen demi Indonesia Emas 2045. Kita lihat gimana hasil kerja Prabowo nanti.

Bagaimana menurut Anda?