Politik

Pedas, Ketua DPRD DKI Saran Sumur Resapan Jadi Kolam Lele.

Xhardy 4 months ago 1.1k

Sumur resapan, saya akui memang sangat efektif. Efektif menyerap anggaran dan tidak bisa menyerap air. Itulah fakta. Bukan hanya habisi anggaran, tapi juga merusak jalanan hingga hancur, dan habis anggaran lagi untuk perbaiki jalanan tersebut.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi geram dengan pembuatan sumur resapan, karena dianggap tidak efektif dalam mencegah banjir.

Dia malah sarankan sumur tersebut diubah fungsinya jadi kolam ternak lele. Menurutnya hal ini bisa lebih bermanfaat karena akan dimanfaatkan oleh warga sekitar. "Sumur resapan cocoknya bakal kerja sama dengan Dinas KPKP, terus taroh lele di dalam situ. Masyarakat yang jagain, kasih makan, itu kan jadi pendapatan juga," kata Prasetyo.

Salah satu lokasi sumur resapan yang tidak efektif berada di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan dan kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ruas jalan itu disebutnya baru saja terendam banjir, padahal sudah ada sumur resapan. Kedua lokasi itu tidak pernah banjir selama ini. Karena itulah, dia memutuskan untuk mencoret proyek sumur resapan dalam APBD 2022.

"Kenapa gue coret anggaran drainase vertikal? Buat apa sekarang? Contoh Jalan Sriwijaya, Jalan Menteng, itu kan kawasan elite. Enggak pernah dari zaman gue kecil di Jakarta, itu namanya banjir ada di sana," kata Prasetio.

Ternak lele, hahaha. Bagusnya sih ternak ikan koi aja biar lebih indah gitu. Tapi bagus juga sih ternak ikan lele, murah meriah, gampang pelihara dan bisa dimakan saat panen nanti. Lele sambel pecak, wuihhhh, lezat tapi bisa bikin sakit perut karena kepedesan.

Atau bisa juga dialihfungsikan jadi kolam renang publik. Ada banyak sumur resapan, satu sumur bisa tampung satu orang saja. Atau jadikan kolam pemandian air panas saja. Siapa yang mau berendam, bayar sekian rupiah per jam. Ini bisa jadi pembuat tren baru yaitu mandi dengan sensasi dilihat pengguna jalan dan dilewati kendaraan. Berendam di pinggir jalan dan menghirup debu dan asap kendaraan. Ini sensasi yang belum pernah ada di belahan dunia mana pun. Ini bakal jadi penggerak ekonomi lokal, hahaha.

Memang sebenarnya sumur resapan hanya proyek buang-buang uang. Sekilas dilihat saja sudah ketahuan kalau sumur resapan ini adalah lawakan saja. Selucu cara Anies menata kata dan membuat masyarakat terbuai.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Jakarta Nirwono Yoga pernah bicara soal banjir Jakarta beberapa hari terakhir ini. Menurutnya, pembangunan sumur resapan di Jakarta terbukti tidak efektif menanggulangi banjir.

"Banjir yang terjadi sekarang, sekali lagi menunjukkan atau membuktikan bahwa pembangunan sumur resapan tidak efektif sama sekali dalam mengatasi genangan atau banjir lokal," kata Nirwono.

Menurut pengamatan dia, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan rehabilitasi besar-besaran dengan dimensi yang lebih besar dan terhubung langsung dengan situ, danau, embung, waduk (SDEW) terdekat untuk menampung air saluran. Selain itu juga harus direvitalisasi, dikeruk, diperdalam, hingga diperluas, untuk meningkatkan daya tampung air hujan dan limpahan dari saluran air sekitar.

Ini sama seperti yang pernah saya sarankan dia artikel terdahulu. Faktor banjir itu simpel, karena daya tampung penampung air tidak cukup besar. Selokan, sungai, gorong-gorong, waduk dll tak sanggup menahan gempuran air hujan yang deras. Harusnya diperbesar daya tampungnya.

Harusnya Pemprov DKI sudah tahu berapa rekor curah hujan tertinggi yang pernah terjadi, lalu kumpulkan data semua penampung air hujan yang ada dan cari kapasitasnya yang bisa ditingkatkan.

Prasetio meminta Anies kerjakan normalisasi sungai, karena akan lebih efektif untuk mencegah banjir. "Yang paling benar itu normalisasi atau naturalisasi. Setelah tersambung dari hulu ke hilir, cari mana yang masih kurang, itu kan nanti ketemu. Sodetan harus ada," katanya.

Anies kan terkenal cerdas, atau dianggap cerdas oleh pendukungnya yang tak tahu malu itu. Apalagi si rektor itu. Saking cerdasnya, solusi yang simpel pun tidak bisa dia kerjakan. Malah sibuk memikirkan solusi ribet yang tak efektif. Sibuk menata kata ciptakan istilah-istilah yang terdengar keren. Taman jadi parkir air. Kacau gak tuh?

Bagaimana menurut Anda?

https://www.suara.com/news/2022/01/26/220451/dianggap-tidak-efektif-ketua-dprd-dki-prasetio-edi-marsudi-sarankan-sumur-resapan-diubah-jadi-kolam-lele