Politik

Nahdliyyin United: Perbanyak Sholawat Asyghil Untuk Lawan Politik Kedzaliman Pilpres 2024.

Nurul Azizah 8 months ago 0.0

Pesta demokrasi pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden sudah dimulai. Yaitu dengan dikeluarkannya program dan jadwal kegiatan tahapan kampanye pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dikeluarkannya Peraturan KPU nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum yang dimulai Selasa, 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024.

Program kampanye ini meliputi pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum, debat calon pasangan capres dan cawapres dan media sosial. Harapannya saat kampanye masyarakat mengetahui program kerja yang dipaparkan oleh masing-masing capres cawapres.

Tidak hanya sekedar janji-janji politik tapi program kerja realistis sesuai yang dibutuhkan masyarakat saat capres cawapres itu menang dalam pemilu presiden tahun 2024 nanti. Jangan sampai pesta demokrasi ini dinodai oleh prilaku capres cawapres yang tidak mencerminkan sebagai negarawan.

Seorang capres cawapres yang akan memimpin negeri ini harus menjalankan politik dengan hati yang bersih dan jauh dari perilaku zalim. Dalam bahasa Arab zalim itu dibaca dzholim dalam ajaran Islam berarti meletakkan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Atau orang yang tidak bisa berlaku adil. Karena lawan dari zalim adalah adil.

Pemilu presiden tahun 2024 sangat dimungkinkan ada pasangan capres cawapres yang menggunakan politik kedzaliman atau politik ketidakadilan. Politik yang menggunakan kekuasaan untuk memenangkan pilpres 2024.

Jangan sampai karena sedang berkuasa lalu tidak memperhatikan tatanan kehidupan berdemokrasi. Jangan sampai rakyat diperlakukan tidak adil demi melanggengkan kekuasaan. Konstitusi dilanggar, demokrasi dikebiri, itu namanya pasangan capres cawapres tersebut menggunakan politik kedzaliman.

Untuk melawan politik kedzaliman yang berkembang di masyarakat maka leader Nahdliyyin United Muhammad Rofi'i Mukhlis atau Gus Rofi'i mengajak warga nahdliyyin untuk memperbanyak membaca atau melantunkan sholawat asyghil.

Sholawat yang diciptakan oleh Imam Ja'far Ash-Shadiq ini muncul ketika Ahlul Bayt atau keturunan Nabi Muhammad SAW mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama di masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyah, lalu Ja'far Ash-Shadiq membuat sholawat asyghil. Beliau berdoa agar orang-orang jahat atau zalim saling bertikai dengan sesama orang jahat. Orang-orang zalim ribut dengan sesama mereka sendiri.

Sejak zaman dulu dikalangan ulama-ulama Indonesia menganjurkan agar santri dan warga Nahdliyyin memperbanyak sholawat asyghil. Tokoh ulama pesantren yang memiliki sanad sholawat asyghil adalah pengasuh pondok pesantren Lirboyo KH. M. Anwar Mansyur. Beliau memperoleh ijazah sholawat asyghil dari KH. Abdul Abbas Buntet Cirebon. Juga sering dilantunkan oleh KH. Abdullah Syafi'i atau dikenal dengan nama Kiai Dullah pendiri dan pengasuh pertama perguruan as-Syafi'iyah di Jakarta. Juga disebarkan juga KH. Muhammad Syafii Hadzami seorang ulama asli Betawi.

Penulis memiliki seorang guru yang selalu berpesan agar sholawat asyghil titip untuk terus dialirkan. Demikian juga Gus Rofi'i Leader Nahdliyyin United agar warga nahdliyyin memperbanyak membaca sholawat asyghil untuk melawan politik kedzaliman di pilpres 2024. Karena fitnah orang-orang jahat semakin masif ke depannya. Dalam kondisi kritis seperti ini kita semua warga nahdliyyin untuk merutinkan sholawat asyghil lebih banyak dari biasanya.

Dalil membaca sholawat asyghil diantaranya, membaca shalawat membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Mengenai perintah dan keutamaan bershalawat diantaranya Al-Qur’an Surat Al Ahzab: 56.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Sekali lagi Nahdliyyin United mengajak warga nahdliyyin untuk merutinkan membaca sholawat asyghil dengan lirik sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Allahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammad.

Wa asyghilidh dhoolimiina bidh-dhoolimiin.

Wa akhrijnaa min baynihim saalimiin

Wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan Para Shahabat Beliau."

Sedangkan faedah dan keutamaannya dapat penulis paparkan sebagai berikut:

  1. Dihapus dosa oleh Allah.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan menghapus darinya sepuluh dosa.”

📚(HR. Ahmad).

  1. Diangkat derajatnya oleh Allah.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ.

"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.”

📚 (HR. An Nasa’i).

  1. Dicintai Rasulullah SAW.

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً.

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.”

📚 (HR Tirmidzi).

  1. Bisa menghindari membicarakan kejelekan orang lain.

  2. Mendapat pertolongan Allah SWT dalam banyak hal.

Semoga dengan banyak dibaca sholawat asyghil pemilu presiden tahun 2024 berjalan dengan baik dan lancar. Yang melakukan politik kedzaliman akan bertarung dengan mereka yang zalim. Sedangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang adil, tidak menggunakan politik kedzaliman akan keluar sebagai pemenangnya.

Nurul Azizah penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.