Politik

Musni Umar Kembali Bikin Cuitan Provokatif, Tak Ada Kapoknya.

Xhardy 3 days ago 1.1k

Musni Umar kembali membuat cuitan dan komentar provokatif.

Ini berawal dari seorang netizen yang mengomentari seorang pemuda yang dianiaya.

"Semua diam saking ketakutannya sehingga tidak berdaya untuk menolong, tidak ada informasi lebih siapa yg di siksa dan di mana kejadiannya.apa sebabnya," katanya.

Lalu Musni Umar membalas cuitan tersebut. "Ini perilaku PKI. Org baru selesai shalat dihajar. Para pemuda hanya diam tdk bantu. Pemuda tempe," kata Musni Umar.

Sekilas memang pemuda tersebut duduk seolah sedang shalat, lalu ditendang dan disiksa.

Tapi inilah liciknya Musni Umar, dia tidak menyebut itu di mana dan apa kejadian sebenarnya, tapi langsung menyebut istilah PKI dan shalat. Buat apa? Apakah ini mau provokasi?

Akun resmi Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) membantah Musni Umar.

"TIDAK berkaitan dengan PKI dan Shalat. FAKTA: peristiwa terjadi di Thailand, BUKAN di Indonesia. Selain itu, latar belakang peristiwa berkaitan dengan tuduhan penggelapan oleh seorang atasan terhadap bawahannya yang bergerak di bidang penagihan pinjaman," cuitnya.

Video tersebut terjadi di Thailand, dimana seorang ketua debt collector yang marah menghajar bawahannya lantaran keciduk melakukan penggelapan uang perusahaan. Pemuda yang diduga disiksa, mengaku jika dia tidak bisa mengklaim uang nasabah sesuai jadwal. Untuk mengakalinya, dia memasukkan sebagian uang nasabah lain ke rekening tersebut.

Perusahaan peminjaman ini dikabarkan berada di Distrik Sai Noi, Provinsi Nongthaburi, Thailand. Dia mengaku dirinya tidak tahu, jika gagal memenuhi target bakal dihukum berat dengan kekerasan fisik.

Dengan menyebut istilah PKI dan juga mengatakan pemuda itu sedang shalat, sudah pasti akan memantik keributan dan provokasi. Tanpa menyebut di mana dan apa kejadiannya, yang bersumbu pendek atau orang awam pasti akan berpikir bahwa itu terjadi di Indonesia. Begitu mereka percaya itu terjadi di sini, apalagi diprovokasi dengan kata 'Shalat', ini sangat berbahaya. Ini bisa memancing emosi para mabuk agama yang memang susah menggunakan nalarnya untuk berpikir kritis.

Lucunya lagi, kabarnya Musni Umar kembali terpilih sebagai rektor hingga 2026. Sekelas rektor begitu parahnya tidak tahu bagaimana mencari sebuah kebenaran berita, atau jangan-jangan orang ini memang sengaja memancing keributan. Apakah dia sengaja ingin membuat gaduh politik? Benar-benar perilaku yang sangat menjijikkan. Sampai saat artikel ini ditulis, cuitannya masih belum dihapus juga seolah memang sengaja ingin buat gaduh.

Dan perlu kalian tahu, rektor satu ini adalah pendukung Anies yang sangat fanatik. Terlihat kalau yang mendukung dan didukung sama kualitasnya, yaitu parah dan hancur.

Memang sekarang bulan September, dan menjelang akhir bulan, isu PKI biasanya bakal ramai dan banyak yang bikin sensasi. Apakah Musni Umar ini mau ikut cari panggung juga?

Kulit muka orang ini mungkin sangat tebal, sehingga tidak malu dengan gelar rektor, tapi nalar mirip dengan orang yang tinggal kelas berkali-kali. Percuma jadi pemimpin fakultas, tapi otak modelnya begini.

Banyak yang bilang cuitan ini hoax dan provokatif. Seharusnya ini sudah memenuhi syarat bagi polisi untuk memanggilnya dan menanyakan apa maksudnya dia menyebut 'selesai shalat dihajar' dan 'perilaku PKI'. Cuitannya ini mau diarahkan ke mana dan buat kepentingan apa?

Kualitas rektor bisa sejeblok ini, sungguh aneh kalau universitas masih mempertahankan orang model begini. Jelas-jelas dari dulu cuitannya tendensius, mendukung Anies membabi buta bahkan narasi tidak bermutu alias sampah.

Seorang akademisi harusnya 'think before you share', bukan 'think after you share'. Yang Musni Umar lakukan adalah cenderung memprovokasi, apalagi ditambahi bumbu agama dan PKI, dan lucunya yang menyebarkan ini ngakunya bergelar profesor dan menjabat sebagai rektor.

Terus kita diminta meyakini dan mendukung Anies. Lah, gimana mau dukung, wong pendukungnya aja banyak yang berkualitas murahan dan suka memprovokasi. Dikit-dikit PKI. Bukankah perilaku menyebarkan narasi hoax sama dengan gaya PKI juga? Ngaca dong Mus. Bikin malu berulang kali, tapi masih tebal muka bangga dengan perilakunya.

Ternyata benar kata Google tentang Musni Umar, yaitu rektor ter... (isi sendiri deh). Kalian pasti sudah tahu jawabannya.

Bagaimana menurut Anda?