Politik

Mengerikan! Makna Dari Lukisan Sigit Santosa Ini. Ada Anjing Berkepala Dua.

Daeng 24 days ago 1.5k

Telah banyak seniman yang bereaksi. Perubahan demi perubahan pun semakin tampak dari hari ke hari hingga akan habis periode pemerintahan Jokowi.

Apa reaksi dari para seniman itu? Kita bisa lihat Butet yang juga sangat kritis. Tapi suara Cak Lontong belum ada lagi yang viral ya? Tapi dari beberapa komika juga suka menyentil kekuasaan kan?

Nah, kali ini ada sebuah lukisan yang agak serem menurut saya sih, tapi itulah seorang seniman dengan kebebasan berkreasinya dan itu tidak bisa dilarang kan?

Lukisan ini kabarnya karya dari Sigit Santosa dan sudah beredar dimana-mana.

Dalam lukisan itu menggambarkan seseorang yang berdandan seperti Amangkurat I, lalu di tangan kanannya menghunus keris, sementara tangan kirinya mengacungkan jari tengah.

Yang menarik itu adalah disampingnya ada anjing berkepala dua. Coba perhatikan lukisannya pada gambar di artikel di atas ini.

Lalu ada juga burung-burung pemakan bangkai yang menggambarkan sudah siaga dan di bawah matahari yang gerhana. Mmhh...serem ya?

Nah, saya mencoba mencari tahu makna dari gambar ini, tapi saya berangkat dulu ke anjing berkepala dua.

Makna dari gambar anjing berkepala dua itu bisa bervariasi tergantung pada konteks dan interpretasi budaya, mitologi, atau simbolisme yang digunakan. Jadi mungkin bisa dipahami konteks kali ini, bahwa ada kekuasaan yang dinilai sedang tidak baik-baik saja, iya kan?

Nah, berikut beberapa kemungkinan makna dari gambar anjing berkepala dua:

Dari sisi mitologi dan legenda, misalnya mitologi Yunani, ada makhluk bernama Orthrus, seekor anjing berkepala dua yang merupakan saudara dari Cerberus. Orthrus biasanya digambarkan sebagai penjaga, sering kali melambangkan kewaspadaan dan perlindungan.

Lalu makna dari sisi simbolisme dualitas, anjing berkepala dua bisa melambangkan dualitas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti baik dan buruk, benar dan salah, atau masa lalu dan masa depan. Ini dapat mengindikasikan adanya dua sisi dari setiap situasi atau kepribadian yang kompleks.

Maka kalau kita melihat kembali dua periode pemerintahan yang sudah terjadi, maka para hadirin sudah bisa menafsirkan sendiri kan?

Dua kepala juga bisa melambangkan kemampuan untuk melihat atau mengawasi dua arah atau dua hal sekaligus. Ini bisa diartikan sebagai representasi dari kewaspadaan atau penjagaan yang lebih luas. Jadi bisa mengawasi kelompok yang baik dan juga kelompok yang buruk, lalu diracik untuk menjadi keuntungan. Iya kan?

Tapi gambar anjing berkepala dua itu bisa juga menggambarkan konflik internal atau pertentangan dalam diri seseorang, di mana dua kepala mewakili dua pikiran atau perasaan yang bertentangan. Mmmhhh...kayaknya ini yang mungkin saja lebih tepat ya? Jadi ingat politik dinasti atau antara kekuasaan dan keluarga. Mmhhh...

Bagi orang yang tak mau paham atau dungu soal makna dari sebuah gambar, maka gambar anjing berkepala dua hanya dianggap merupakan hasil dari imajinasi atau ekspresi artistik tanpa makna khusus.

Sehingga orang-orang yang tak paham sebuah makna dan sindiran maka gambar anjing berkepala dua itu bisa digunakan untuk menarik perhatian atau mengekspresikan kreativitas seniman. Padahal logo ormas yang diplesetkan saja malah ada yang mempermasalahkannya lalu melaporkannya.

Jadi soal gambar tidak bisa diacuhkan begitu saja, sebab dari berabad-abad, gambar telah memberikan kontribusi perubahan peradaban manusia. Iya kan?

Meski demikian, dalam beberapa konteks, gambar anjing berkepala dua tersebut bisa menyampaikan pesan metaforis tentang adaptasi, perubahan, atau kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi dengan sudut pandang yang berbeda.

Makna spesifik dari gambar anjing berkepala dua sangat bergantung pada konteks di mana gambar tersebut digunakan dan interpretasi individu yang melihatnya. Kalau saya pribadi sih sangat paham makna yang telah digoreskan sang seniman dalam lukisan itu. Gambar itu konsep hampir sama dengan lukisan-lukisan pada majalah Tempo yang pedas banget, xixixix...

Jadi bagaimana tanggapan pemirsa? Yuk dikomentari dan bagikan kabar ini biar sampai ke sasaran dan bikin nyesek?