Politik

Menanti Reaksi SBY Setelah Tudingannya soal Pilpres 2024 Dianggap Bikin Gaduh.

Widodo SP 4 days ago 822.0

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sukses bikin gaduh suasana politik negeri ini lewat pernyataan soal indikasi kecurangan pada Pilpres 2024 nanti.

Berbicara dalam forum internal partai belum lama ini, yang sialnya ada yang merekam, lalu mengunggah hingga menjadi viral, SBY berkata begini:

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil."


Nah, merespon ucapan SBY yang notabene eks Presiden RI itu, beberapa elit parpol, seperti dilansir laman Kompas.com langsung menyuarakan pendapatnya. Ada yang masih terkesan sungkan sehingga komentarnya agak halus, tapi ada pula yang lugas tanpa basa-basi, terutama dari pihak KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024.

Munculnya isu "kecurangan" Pemilu 2024, diawali oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tiba-tiba saja "turun gunung" menyampaikan hal tersebut.

Presiden ke-6 RI itu mengaku mendengar kabar ada tanda-tanda bahwa Pemilu 2024 akan diselenggarakan dengan tidak jujur dan adil.

Apalagi dalam ucapan itu, SBY juga berkata:

"Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka."


Partai Golkar melalui Nurul Arifin, selaku Waketum, meminta semua pihak tak berburuk sangka soal penyelenggaraan Pemilu 2024, karena SBY dinilai hanya mengingatkan semua pihak tetap waspada menjelang Pemilu 2024.

Sementara, Jazilul Fawaid selaku Waketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru menyarankan SBY mengungkapkan sosok yang bakal membuat kecurangan pada Pemilu 2024. Saran yang bagus, tapi rasanya akan susah dipenuhi oleh SBY karena indikasi ucapan beliau tampaknya menggunakan filosofi lempar panci sembunyi tangan. Krompyang!

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto bahkan bersuara lebih keras lagi, dengan meminta SBY agar menempuh jalur hukum atas pernyataan dugaan kecurangan Pemilu 2024, yang diduga Hasto mengarah pada upaya pencitraan negatif terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Akhirnya, Komisioner KPU pun menanggapi dengan berkata bahwa Pemilu akan berlangsung jujur dan adil. Keraguan SBY bahwa Pemilu akan berlangsung jauh dari azas "luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil)" justru akan dipakai KPU untuk membuktikan bahwa Pemilu Serentak dapat terselenggara dengan luber jurdil dan berdasarkan prinsip-prinsip nilai-nilai demokratis.

Soal kegaduhan yang dimulai oleh tuduhan SBY ini, saya sih memilih untuk nggak terlalu percaya, karena masih terlalu dini menilai bahwa kekhawatiran SBY itu benar adanya atau hanyalah ajang mencari sensasi karena suara partainya sedang "turun gunung" alias menuju anjlok.

Hanya, KPU memang perlu memastikan bahwa Pilpres 2024 nanti akan berlangsung profesional, berlangsung luber jurdil, sekaligus disertai keberanian menegakkan aturan terhadap siapa pun partai, kelompok pendukung, hingga paslon yang melanggar aturan.

Kalau ada dugaan pelanggaran serius, jika ada payung hukum yang mengatur, bila perlu dalam hitungan hari masukkan saja ke penjara atau dihukum seberat mungkin, guna memberi efek jera dan peringatan bagi yang lain. Nah, kita tunggu reaksi SBY selanjutnya, akan seperti apakah kira-kira drama lain dari SBY menurut Anda?

Begitulah kura-kura...


Sumber berita:

https://nasional.kompas.com/read/2022/09/20/07341501/sby-terpojok-diminta-elite-parpol-agar-tak-buat-gaduh-jelang-pemilu-2024