Politik

Kiky Saputri Mulai "Nyikat" Jokowi, Bela Prabowo Soal Keberlanjutan, Blunder!.

Manuel 24 days ago 0.0

Ada seorang pelawak yang mengatakan bahwa Prabowo saat ini menjadi target operasi dari setiap kegagalan yang dilakukan oleh Jokowi belakangan ini. Namanya Mbak Kiky Saputri yang bikin sebuah postingan singkat mengenai pembelaannya kepada Prabowo dan Gibran.

Dia mengatakan bahwa mengenai keberlanjutan, Apakah semuanya sudah pasti dilanjutkan? Bukankah yang jelek tetap harus diubah? Sama seperti perubahan. Apakah semuanya sudah pasti akan diubah? Kemudian bukankah tidak apa-apa kalau yang bagus dilanjutkan?


1796089873830756406

Dia juga mengatakan bahwa ada kebijakan sekarang yang saat ini dikritisi tapi yang disudutkan malah orang yang belum mendapatkan posisi untuk memberikan kebijakan. Dan menurut Kiky Saputri Ini harus dipertanyakan Apakah adil atau tidak berkata seperti ini?

Dia mengatakan bahwa fokus kritisnya menjadi bias bukan lagi ke kebijakan tetapi arogansi karena berbeda pilihan politik. Dia bahkan menyindir Dengan mengatakan Apakah ini Jadi maksudnya "Yang nyakitin mantan, yang kena trust issue nya calon gebetan”

Respon para netizen di media sosialnya juga ternyata masih menunjukkan bahwa Indonesia punya harapan.

Beberapa netizen mengatakan bahwa bukankah "yang jelek diubah dan yang bagus dilanjutkan" adalah usungan dari Pak Ganjar Pranowo?

Dan sudah jelas-jelas bahwa Prabowo yang bilang "kita akan melanjutkan program-program Pak Jokowi, yang sudah dibangun akan kita teruskan”.

Mungkin Kiky Saputri waktu itu nggak nonton debat capres karena lagi sibuk untuk bikin ratecard ya? Saya jadi penasaran juga mengenai rilis kebijakannya kenapa di akhir masa jabatan dan semuanya merugikan rakyat?

Saya jadi bingung kenapa orang ini seolah-olah mau cebokin hal-hal yang sifatnya sudah ada dan mendarah daging di dalam tubuhnya Prabowo? Anak kandung dari rezim ini saja kan ada di Prabowo yang akan datang bukan?

Tapi jujur aja sih, saya akan ngomong seperti Kiky Saputri kalau saya dibayar 1 miliar per bulan. Padahal kita tahu bahwa semua pilihan keberlanjutan yang dilakukan oleh Prabowo itu dimulai oleh Jokowi yang akan mempersiapkan tongkat estafet untuk diserahkan kepada Prabowo.

Bahkan Airlangga Hartarto pun mengatakan bahwa karena pilihan keberlanjutan, maka program kenaikan PPN menjadi 12% pada 2025 dilanjutkan. Ya inilah akibat dari kegagalan demokrasi yang seharusnya diisi oleh orang-orang cerdas tapi malah diisi oleh orang-orang lapar dan gampang dibodohi lewat bantuan sosial.

Kekritisan dibungkam dan kita melihat bagaimana masyarakat juga yang sudah memilih Prabowo Gibran mulai tutup mata tutup telinga dan apatis karena mereka sudah nggak tahu bagaimana dia harus bertindak dan bereaksi karena sudah kadung milih.