Politik

Keturunan Jokowi Memang Kaya Gini.

Adin 4 months ago 1.9k

Karakter merupakan pembawaan seseorang yang sudah secara alami ada dalam diri manusia. Sifat penyabar, pemarah, teliti dan sebagainya merupakan sifat atau karakter seseorang. Bisa saja seorang yang pemarah berubah menjadi penyabar, tapi sulit untuk bertahan lama.

Bersyukurlah jika kita dikarunia para pemimpin dengan karakter alamiah yang baik-baik. Misalnya seorang Bupati yang teliti, Gubernur yang telaten dan Presiden yang mudah akrab dengan rakyat. Jika karakter ini alamiah, maka bagaimana pun keadaannya tidak akan berubah.

Sebaliknya jika karakternya berubah karena ada suatu peristiwa, misalnya karena akan Pemilu, kampanye dan sebagainya, maka sesungguhnya karakter tersebut tidaklah alamiah.

Misalnya seorang calon bupati, mendadak sering mengunjungi rakyat, berkomunikasi, memberikan sembako dan sebagainya. Padahal sebelumnya jangankan ngobrol, memberikan sembako, bertemu juga tidak pernah.

Di masa kampanye sering terdengar cerita politikus yang bertindak lucu tapi juga menyebalkan. Supaya dipilih rakyat, dia banyak menyumbang seperti memberi karpet ke masjid, memberikan semen kepada masyarakat yang membangun dan sebagainya.

Ternyata kemudian setelah Pemilu berlangsung dirinya tidak menang alias kalah. Lucunya sekaligus menyebalkan, karpet dan semen yang telah diberikan, eh diminta kembali. Dasar otak tak ikhlas ya seperti itu.

Joko Widodo yang sekarang ini menjadi Presiden Republik Indonesia memiliki karakter sangat unik dan antik. Beliau memiliki karir politik yang boleh dibilang ajaib. Asalnya hanya seorang tukang kayu, mebelair, Walikota Solo dua periode, Gubernur DKI Jakarta 2 tahun, eh sekarang jadi Presiden RI 2 periode.

Di banyak kesempatan, khususnya ketika belum ada pandemi Corona, Presiden Jokowi sangat sering terlibat langsung, berbicara langsung dengan masyarakat. Pembicaraan Presiden dan rakyatnya begitu cair, penuh canda tawa.

Tak heran masyarakat pun begitu ingin bertemu dengan Jokowi karena keramahannya terhadap orang kecil. Sehingga tak heran jika Presiden Jokowi berkunjung ke daerah manapun, masyarakat begitu antusias menyambut. Bahkan ketika Jokowi sekedar berbelanja di mall masyarakat begitu antusias ingin foto bersama dan melihat Presiden secara langsung.

Karakter antik Jokowi ini rupanya menurun terhadap anak-anaknya, khususnya Kaesang dan Gibran Rakabuming. Kaesang walaupun masih muda dan jadi pengusaha sukses, gayanya ya begitu seperti biasa saja. Hobi bercanda, ngobrol ceplas ceplos sehingga mudah akrab dengan siapapun.

Putra Sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming yang sekarang jadi Walikota Solo, karakternya ya begitu. Hobi terjun langsung ke masyarakat, ngobrolnya santai dan penuh etika. Sehingga banyak orang yang tersihir dan menyukainya.

Tak heran walaupun baru seumur jagung jadi Walikota Solo, konon PDIP berencana mengajak Gibran untuk mau jadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Wow keren.

Sekarang ini Kaesang dan Gibran dilaporkan ke KPK dengan tuduhan Korupsi, cuci muka, eh dugaan cuci uang dan sebagainya. Pelapornya adalah Ubedilah Badrun yang merupakan seorang dosen dari UNJ.

Jokowi Mania yang merupakan relawan pendukung Jokowi berencana melaporkan balik Ubedilah Badrun. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merespons langkah Jokowi Mania yang berencana melaporkan balik dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga aktivis '98, Ubedilah Badrun ke polisi.

"Rasah, tekne wae (tidak usah, biarkan saja)," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/1/2022). Alasan dirinya meminta Jokowi Mania tidak melaporkan balik Ubedillah Badrun ke polisi karena tuduhan dosen UNJ kepada dirinya dan adik kandungnya Kaesang Pangarep tidak terbukti. Karena itu, suami Selvi Ananda itu meminta kepada Jokowi Mania untuk fokus bekerja dan tidak menanggapi laporan dosen UNJ terhadap dirinya.

"Lha laporan ora enek buktine (lha laporan tidak ada buktinya). Tidak usah fokus nyambut gawe (tidak usah fokus bekerja)," ungkap Gibran. Disinggung mengenai laporan dosen UNJ tersebut telah mencemarkan nama baiknya, Gibran mengaku tidak merasa namanya dicemarkan dengan laporan itu.

"Saya tidak merasa tercemar kok. Nak aku nyolong ya tercemar. Aku ra nyolong," kata dia. Sejauh ini, Gibran juga belum melakukan langkah hukum terkait laporan dosen UNJ terhadap dirinya. "Koyo ra duwe gawean," ungkapnya.

Keturunan Jokowi memang kaya gini. Hati mereka tidak dendaman, cuek, santai dan tidak mau punya musuh. Walaupun ada orang yang menghina, menghujat, tetap santuy. Tidak menanggapi malah seperti jamu. Membuat badan mereka makin sehat.

Mantap memang…. jan…

Sumber :

https://regional.kompas.com/read/2022/01/14/151800078/soal-rencana-jokowi-mania-laporkan-balik-dosen-unj-ke-polisi-gibran-tidak?page=all