Politik

Kasus Lukas Enembe Bukan Sekedar Kasus Suap, Ada Yang Lebih Besar Lagi?.

Xhardy 3 days ago 1.1k

KPK menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Tapi ada hal yang lucu. Lukas Enembe tidak bersedia diperiksa di luar wilayahnya. KPK malah diminta datang untuk memeriksa Enembe di kediaman pribadinya.

Lukas Enembe bergaya layaknya raja di Papua. Bagaimana tidak, saking takutnya didatangi atau dijemput paksa, ratusan massa berjaga di rumah Enembe. Mereka didominasi oleh masyarakat Pegunungan Tengah, Papua. Mereka berjaga di sekitar rumah pribadi Enembe dengan membawa alat perang tradisional.

Yang paling mengejutkan adalah Enembe dilaporkan memiliki kekayaan sebanyak Rp 33 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode 2021.

Tapi belakangan terungkap ada temuan setoran tunai di kasino judi sebesar Rp 560 miliar. Fantastis sekaligus bikin ngeri. Ini adalah temuan dari PPATK, jadi bisa dikatakan datanya adalah valid, bukan dipaksakan.

Di sisi lain, ada juga aksi besar dengan tema Save Lukas Enembe. Situasi sempat sepi hampir tidak ada aktivitas warga. Jalanan juga sepi karena warga memilih tinggal di dalam rumah. Pegawai kantor pemerintahan juga diminta untuk WFH 100 persen.

Situasi di Papua agak berbeda di wilayah lain. Miris memang tapi ini fakta, bahwa keributan gampang tersulut jika ada yang memprovokasi. SDM di sana sangat berbeda dengan daerah lain. Provokasi, adu domba, suap dan korupsi sepertinya sangat mudah dilakukan. Kalau pemerintah tidak hati-hati, situasi di sana bisa berubah tidak kondusif. Sudah cukup dipusingkan oleh OPM, ditambah lagi Enembe yang merasa bisa sembunyi di balik tameng pendukungnya.

Kalau bicara tentang Papua, memang hanya pembangunan infrastruktur dan pendidikan merata yang bisa membawa pulau ini menjadi pulau yang maju setara pulau lain. Selama itu tidak tercapai, mereka akan selalu tertinggal jauh dan akibatnya terjadi kebobrokan dalam segala hal. Itu pun harus didukung oleh pemimpin yang amanah. Percuma diberi otonomi khusus (Otsus) puluhan triliun tapi disikat juga. Dana otsus sudah mengalir selama 20 tahun, tapi lihat saja kemajuan Papua? Salah pemerintah pusat atau pemdanya? Kalau warganya masih belum paham, sampai kapan Papua baru bisa maju?

Gubernurnya jadi tersangka, malah ada yang bela. Malah terkesan ingin memprovokasi. Enembe diduga bukan hanya menerima gratifikasi, tapi juga korupsi dana operasional PON Papua dan pencucian uang.

Perlu diketahui, kasus ini mungkin bukan cuma sekadar kasus suap yang menyeret nama Lukas Enembe. Ada isu lain yang mungkin belum terkuak.

Coba pikir, dari mana Enembe bisa memiliki uang sampai Rp 560 miliar dan mengalir ke rekening judi? Kalau hanya dari gaji dan tunjangan sebagai gubernur, nyaris tidak mungkin, kan? 560 miliar setara dengan sepertiga dana otsus atau dana otsus yang diterima Provinsi Papua di tahun 2022 yaitu sebesar Rp 1,58 triliun.

KPK menyinggung soal penyalahgunaan dana otsus.

"Terkait dengan sprindik [Lukas Enembe] itu gratifikasi atau suap, tentu gratifikasi atau suap itu bisa terkait dengan proses perizinan dan juga terkait proses pengadaan barang dan jasa. Paling banyak kalau di Papua itu terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa terutama pembangunan infrastruktur," ujar Alex.

"Dananya dari mana? Dari APBD itu kan termasuk juga dana otsus. Dana Otsus kan masuk juga ke dalam APBD," katanya lagi.

Ok, ada yang bertanya kok bisa Rp 560 disetor ke kasino? Apa duitnya buat judi?

Di sinilah letak kecurigaan yang perlu diusut lebih jauh. Menurut saya inilah kunci penting untuk mengetahui sampai ke intinya. Semua mau dihabiskan buat judi? Rasanya orang paling kecanduan judi pun takkan menghabiskan semuanya.

Bagaimana kalau ada hal lain yang berbau politik? Memang belum bisa dibuktikan, tapi coba pikir bagaimana kalau uang tersebut hanya ditampung sementara di rekening kasino? Bagaimana kalau duit tersebut misalnya jadi alat cuci uang di luar lalu masuk kembali ke sini tanpa terdeteksi? Bagaimana kalau uang di kasino hanya ditampung sementara untuk kemudian ditarik dan dipergunakan untuk hal lain? Hal lain di sini, anggap saja misalnya untuk kepentingan politik. Mungkin aja, kan?

Kalau ditarik, bisa makin panjang topik ini. Tapi cukuplah sampai di sini dan kalian simpulkan sendiri. Semoga saja analisis ini salah. Kalau tidak, mengerikan.