Politik

Kala Kopi Tak Lagi Nikmat (III) .

Timotius Kristiyanto 2 months ago 562.0

Jangan buru buru habisin kopi, atau boleh ganti kalau sudah terlanjur dingin. Kita ngopi bareng sambil menyimak lagi 😁🙏

Masih dalam rangka membahas Kaesang, anak bawang slenge'an yang sekarang lagi viral 😁. Kabar terbaru menyatakan ia telah sah menjadi ketua umum PSI. Bayangkan, baru hitungan hari menjadi anggota, langsung jadi ketum! Mungkin Kaesang bisa masuk rekor MURI sebagai ketua partai termuda dan tercepat di Indonesia!

Tapi sebetulnya hal ini tidak lepas dari hitungan, sebab kalau hanya jadi keroco, buat apa dia pindah partai. Lebih baik jadi jawara di kampung daripada preman di metropolitan kan? Kalau cuma cari pengalaman, tidak perlu pindah ke PSI, di PDIP juga sangat bisa. Tentu langkah ini mengandung makna dan misi tertentu, bisa dari dia sendiri, sang ayah, atau bahkan PDIP.

Lalu apa misi Kaesang ? Kalau kepindahan ini kemauan Kaesang sendiri, tentu misinya adalah ambisi pribadi, eits, ambisi tidak selalu negatif ya sob. Ia bisa saja berambisi untuk ikut membangun negara, khususnya kaum muda, yang dirasakannya jauh lebih cocok jika dilakukan dalam partai anak muda yang tidak kaku dan banyak aturan. Atau mungkin ia punya ambisi untuk mempersiapkan dan menggembleng diri menuju RI-1 10/20 tahun yang akan datang. Buat PSI sendiri, popularitas Kaesang (dan Jokowi tentunya) diharapkan dapat menaikkan jumlah pemilih dan bisa lolos ke Senayan, simbiosis mutualisme lah.

Kalau analisa kita di tulisan terdahulu benar, bahwa Kaesang membawa misi dari ayahnya, atau dari PDIP, maka posisi sebagai ketum akan sangat strategis dan dengan mulus dapat menentukan arah dukungan partai. Kita lihat saja, jika kelak PSI berdiri bersama Prabowo, kemungkinan besar itulah pilihan Jokowi atau Kaesang pribadi. Sebaliknya, jika PSI merapat ke Ganjar, sangat boleh jadi itu kolaborasi PDIP dan Jokowi. Apalagi jika ternyata nantinya kedua kubu bersatu, hampir dapat dipastikan bahwa itu strategi yang dijalankan untuk meredam langkah kubu pakar tata kata. Dalam pidato pelantikannya, Kaesang sedikit menyinggung arah dukungan PSI, yang katanya masih akan wait n see. Yang pasti, dengan naiknya Kaesang menjadi ketum PSI, posisi tawar pak Jokowi menjadi lebih kuat, baik terhadap PDIP maupun kubu Prabowo, maybe he's gonna be a real King maker!!

Kenapa melalui PSI? Partai kecil yang tidak punya suara? Sebab tidak mungkin Kaesang jadi ketum PKB, Demokrat apalagi PKS bro 😆. PSI memiliki kesamaan visi dan misi dengan PDIP, namun tanpa kultur dinasti, terbukti beberapa kali pergantian ketum PSI berjalan lancar, tidak ada golongan tertentu yang mendominasi di sana, sampai saat ini paling tidak. Mungkin ini juga yang membuat Kaesang lebih nyaman di PSI, khas anak muda penentang sistem baku nan kaku 😆 Selain itu, biarpun PSI partai yang masih mini, mereka cukup cair dalam berkomunikasi dengan kubu Prabowo maupun Ganjar, apalagi sekarang dengan adanya Kaesang sebagai ketum, paling tidak PSI tidak dipandang sebelah mata lagi.

Kita tidak tahu apa yang terjadi dibalik panggung, jadi nantikan saja, apakah Kaesang akan menjadi pahlawan kesiangan, atau ia justru akan berperan menentukan arah pemilu 2024.

So mari seruput kopi anda, dan nikmati pahit manisnya 😁🙏

Demikian kira kira, semoga menginspirasi 🙏