Politik

Gagal Total di Indonesia Open 2024, Menpora Sebut Atlet Kita Simpan Jurus Sakti.

Widodo SP 13 days ago 272.0

Ajang Indonesia Open 2024 yang berlangsung pekan lalu berakhir buruk bagi kontingen tuan rumah, termasuk enam wakil Indonesia yang sebentar lagi akan berlaga di Olimpiade Paris 2024. Menurut rekap hasil turnamen yang berlokasi di Istora Senayan itu, dari enam wakil Indonesia ada empat pemain tersingkir pada babak 32 besar, lalu dua pemain lain gugur pada babak 16 besar dan perempat final.

Siapa pun yang melihat hasil seperti itu akan bertanya-tanya, atau minimal menyatakan rasa kecewa karena para pemain Indonesia gagal memenangkan gelar satu pun, padahal bermain di depan publik Istora Senayan yang dikenal angker dan super berisik itu.


Akan tetapi, komentar agak laen diberikan oleh Menpora Dito Ariotedjo, usai turnamen berlabel Super 1000 itu, dengan menyebutkan kalau para pemain Indonesia mungkin menyimpan tenaga karena akan berlaga di Olimpiade Paris.

"Kita anggap saja permainan di Indonesia Open sebagai pemanasan ke Olimpiade. Dan ya kalau saya sih ada pemikiran jangan-jangan ini mereka mau ngumpetin jurus saktinya buat di Olimpiade nanti biar para lawannya pada kaget dan bingung,” kata Dito dengan entengnya.

Komentar nyeleneh itu pun langsung "di-smash" oleh Kabid Binpres PBSI, Ricky Soebagja, yang menyatakan kalau ucapan Dito tidak benar karena para pemain olimpiaden itu bahkan ditargetkan lolos ke final dan menjadi juara Indonesia Open 2024.

"Pastinya tidak seperti itu karena ini Super 1000. Dari persiapan sebagai tuan rumah dan level turnamen ini level mereka, seharusnya bisa raih gelar. Jadi tidak seperti itu (simpan tenaga). Target di Indonesia Open kami berharap bisa tampil lebih baik dan raih gelar. Itu yang utamanya,” ujar Ricky dalam konferensi pers di Istora Senayan.


Duh, segitunya ya kualitas seorang Menpora. Rasanya mendingan diam daripada berkomentar yang sama sekali tidak bermutu itu. Simpan tenaga bagaimana ceritanya, Pak Dito? Apalagi turnamen itu digelar di markas sendiri, sehingga para pemain juga ingin mempersembahkan gelar juara buat membahagiakan para suporter setia.

Coba baca sekali lagi pernyataan Menpora:

"... jangan-jangan ini mereka mau ngumpetin jurus saktinya buat di Olimpiade nanti biar para lawannya pada kaget dan bingung."

Hei, Mas Menteri Dito ... Anda kira kita hidup pada zaman purba sampai perlu umpetin kemampuan biar nggak ketahuan? Anda kira para calon lawan pemain Indonesia nggak saling memahami kelebihan dan kekurangan pemain kita, sampai harus menyimpan "kesaktian" segala?

Kalau boleh pinjam kata-kata Ahok, rasanya pantas kalau komentar Mas Menpora kita smash juga dengan omongan:

"Kesaktian, kesaktian ... nenek lo!"

Hahaha. Apes benar deh rasanya negeri ini punya menteri yang lucu model begitu. Mirip dengan Budi Arie yang tak kalah lucunya dalam memberi komentar dan pernyataan. Kapan ya, Pak Jokowi sadar kalau menteri-menteri model begini sebaiknya diganti saja, sebelum bikin malu negara, plus bikin marah kubu yang merasa pernyataan Menpora kali ini sungguh ngawur dan nggak ada isinya.

Begitulah kura-kura...