Politik

Feodalisme Dinasti Politik Jalur Biologis.

T.A Nugroho 11 days ago 520.0

Era kemerdekaan sudah puluhan tahun kita jalani. Dari orde lama, orde baru sampai dengan sekarang di era demokrasi.

Tapi toh pada kenyataannya sistem demokrasi yang dulu di gadang-gadang sebagai satu-satunya cara agar Indonesia bisa segera maju, sejahtera dan lepas dari cengkeraman penguasa otoriter ternyata dalam perjalanannya tidak segampang itu, tidak semulus itu.

Sistem politik bisa saja berubah, tetapi orang-orang yang mengisinya toh hanya itu-itu lagi. Elite lawas hanya berganti kostum untuk ikut mengisi panggung sandiwara yang baru. Mereka berlomba mencari baju dan tempat baru untuk kembali bercokol demi kekuasaan atas nama rakyat dan demokrasi.

Itulah kenapa sampai saat ini masih banyak di daerah ataupun di level nasional sekalipun banyak dinasti-dinasti politik bermunculan dan semakin mencengkeramkan akarnya kebawah, padahal sejatinya demokrasi diadakan untuk membatasi dan membagi kekuasaan. Apakah di daerah anda masing-masing juga dipimpin oleh dinasti politik?

Sistem demokrasi yang kita anut sekarang ini memang masih jauh dari kata ideal, tapi toh itu masih jauh lebih baik dari jaman Soeharto yang otoriter. Akan tetapi ada yang perlu digaris bawahi, yaitu elite-elite politik jaman jahiliyah dulu masih banyak yang bercokol sampai dengan sekarang.

Sebagai generasi muda dan calon penerus bangsa maka sudah seharusnya kita-kita ini ikut memulai untuk mengisi kekosongan-kekosongan demokrasi di Indonesia agar tidak semakin di jajah dan di jarah oleh para elite-elite politik rasa Peng-Peng, para oligark dan para penyembah politik dinasti.

Dinasti politik menurut saya ada dua jenis. Pertama adalah dinasti politik jalur biologis, dan yang kedua adalah dinasti politik jalur ideologis. Dari dua jenis dinasti politik tersebut, satu sama lain ternyata sangat berbeda. Dinasti politik jalur biologis lebih kental dengan nuansa feodalisme, kolusi dan nepotisme yang pada akhirnya korupsi menjadi akibatnya. Sedangkan dinasti politik jalur ideologis lebih banyak diisi dengan nuansa demokratis, arah perjuangan yang jelas dan yang pasti rakyat menjadi objek utama perjuangan secara politik.

Memang miris melihat kondisi bangsa dan negara kita seperti sekarang ini, banyak sekali dinasti politik jalur biologis bercokol dan berkuasa di daerah-daerah, ibarat mereka seperti raja-raja kecil penguasa tanah perdikan, memungut pajak dari rakyat-rakyat kecil tapi tidak dipergunakan kembali untuk rakyat.

Saya tidak anti dengan dinasti politik, baik jalur biologis maupun jalur ideologis. Tapi syarat utama yang harus dipunyai oleh mereka yang bermimpi menjadi pemimpin baik dari kalangan biasa ataupun dari kalangan dinasti politik adalah mereka harus mempunyai integritas, kompetensi, bertanggung jawab dan memahami persoalan yang ada.

Tetapi kembali lagi, integritas macam apa yang bisa kita harapkan dari sebuah proses politik yang bernuansa feodal, kolutif dan nepotis?

Dan satu lagi, nuansa feodal, kolutif dan nepotis akan semakin menjadi-jadi jika benar nantinya pada pileg 2024 dari yang semula menggunakan sistem proporsional terbuka diubah menjadi sistem proporsional tertutup.

Yang terbuka saja hasilnya kurang bermanfaat apalagi yang tertutup, bisa jadi malah hancur lebur!