Politik

Fenomena Partai Demokrat, AHY, dan Campur Tangan SBY yang Kebablasan.

Widodo SP 2 days ago 1.4k

Semakin ke sini, citra seorang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampak tidak semakin positif, meski dirinya menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Campur tangan Pepo Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), justru semakin membuat AHY tampak semakin disepelekan, karena dianggap terlalu mengandalkan sang ayah dalam percaturan politik di negeri ini.

Dalam hal ini, masih jauh lebih baik cara yang ditempuh oleh Gibran Rakabuming Raka, anak Presiden Jokowi yang kini menjadi Wali Kota Surakarta, sebuah kota kecil yang selama ini menjadi lokasi kediaman dan berkarya keluarga Jokowi.

Seingat saya, Gibran tak sekalipun coba memanfaatkan nama besar Jokowi untuk keperluan bisnis maupun langkahnya di dunia politik. Meski tak bisa disangkal statusnya sebagai anak Jokowi, sosok yang masih menjabat sebagai RI-1 sampai 2024 nanti, sedikit banyak ikut berpengaruh pada perjalanan karir politik Gibran.

Itu Gibran. Beda banget sama SBY yang seperti terlalu campur tangan dan berambisi meneruskan dinasti politiknya agar bisa menurun ke anaknya, termasuk ketika AHY "dipaksa berhenti" dari pengabdiannya sebagai prajurit TNI, lalu mencoba peruntungan sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Langkah yang terbukti sangat prematur, karena AHY saat itu bukan siapa-siapa dan publik hanya mengenalnya sebagai anak SBY. Tidak kurang dan tidak lebih. Akhirnya AHY pun tersingkir pada putaran pertama Pilgub DKI Jakarta

Setelahnya, mungkin sebagai hadiah atas ketaatannya kepada sang ayah, maka posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lantas mendadak disandang oleh AHY, yang tampaknya melangkahi kebiasaan yang ada di internal partai terkait pemilihan dan penetapan sebagai Ketum.


Kalau mampu sih masih mendingan ya, meskipun cara yang dipakai buat mendudukkan AHY di singgasana ketua partai bagi saya terkesan menggelikan, karena memang lucu banget!

Alhasil, hingga saat ini AHY belum mampu membawa Partai Demokrat tercitrakan dengan lebih baik. Adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh kader Partai Demokrat, semakin membuat nama partai berlambang mercy ini semakin meredup.


Akhirnya, Pepo SBY pun merasa perlu turun gunung, demi kelangsungan partai dan karir politik anak kesayangannya itu. Kalau tidak, mungkin SBY merasa bahwa Partai Demokrat bisa semakin karam dan terancam gagal meloloskan kadernya ke parlemen tingkat nasional.

Upaya lain, siapa tahu masih bisa, adalah dengan menawarkan AHY minimal sebagai cawapres untuk Pilpres 2024 nanti kepada partai yang mungkin mau berkoalisi dengan Partai Demokrat. Siapa tahu kan nasib baik berembus, trus AHY misalnya minimal jadi Wapres, trus SBY dan para kader partai setianya bisa kecipratan sedikit rezeki. Ngimpi kali ye!

Begitulah kura-kura...