Politik

Edy Mulyadi Tak Penuhi Panggilan Polisi, Nikmatilah Sebelum Panggilan Ketiga.

Xhardy 4 months ago 2.5k

Edy Mulyadi hari ini seharusnya dijadwalkan untuk jalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait pernyataannya 'tempat jin buang anak'. Tapi seperti yang sudah bisa ditebak, dia tidak hadir. Ini disampaikan oleh pengacaranya.

Menurut pengacaranya, alasan Edy tidak hadir karena prosedur pemanggilan tidak sesuai dengan aturan.

"Alasannya, pertama, prosedur pemanggilan tidak sesuai dengan KUHAP, itu yang pertama. Nah, ini kami mau masukin surat ini dulu. Jadi kan itu harus minimal tiga hari, ini baru dua hari sudah ada pemanggilan. Artinya, itu sudah tidak sesuai dengan KUHAP. Kami minta itu diperbaiki lagi surat pemanggilan itu. Ya nanti dipanggil ulang lagi, kita harus sesuai prosedur artinya," kata Herman.

Lagaknya aja sangar, ternyata nyalinya sama saja. Kecil dan penakut. Padahal saat ngomong soal IKN, suaranya besar, lantang, berapi-api dan menggelegar. Tapi disuruh datang jalani pemeriksaan aja alasannya banyak banget. Tak sesuai prosedur?

Bagaimana kalau dia dipanggil dengan dijemput pakai pesawat jet pribadi, lalu saat mendarat di bandara, dibentangkan karpet bunga, lalu leher dikalungi bunga, lalu dijemput pakai mobil mewah menuju kantor polisi dan sebelum dilakukan pemeriksaan, diberi makan enak kualitas bintang lima? Maunya begitu?

Cepat atau lambat Edy harus hadir dan jalani pemeriksaan. Mangkir dari panggilan pertama, pasti akan ada panggilan kedua. Mangkir lagi, maka ketiga kalinya akan dijemput paksa. Mungkin Edy sedang menyusun strategi dan mengulur waktu.

Herman menilai peristiwa hukum di kasus Edy Mulyadi ini tidak jelas. Edy Mulyadi dalam konferensi pers beberapa waktu lalu disebut tak menyinggung suku atau adat mana pun. "Nah, itu justru di dalam panggilan itu tidak jelas sebagai apa, melanggar apa, cuma hanya pasal-pasal doang. Tapi peristiwa hukumnya nggak dijelasin gitu loh. Itu yang kami keberatan sama sekali, karena di dalam press conference Pak Edy itu sama sekali tidak pernah menyebut nama Kalimantan, tidak ada sama sekali menyinggung suku, ras, adat, itu tidak ada sama sekali di dalam konferensi pers itu," kata Herman.

Dipanggil, alasannya tak sesuai prosedur. Dijemput paksa, nanti teriak langgar HAM. Entah apa maunya mereka ini. Garang saat benar. Saat salah pun, ada aja alasannya.

Kalau merasa tidak jelas, silakan datangi polisi dan berikan bantahan, bukan dengan cara mangkir pakai 1001 alasan. Bilang aja mau ngulur waktu atau sedang panik memikirkan jalan keluar. Biasanya sih, kalau kasus sudah naik ke tahap penyidikan, ada kemungkinan Edy tak bisa keluar lagi usai diperiksa karena bisa ditahan langsung. Akan ada tersangka. Toh, semua nanti bakal dibuktikan apakah Edy bersalah atau tidak.

Biarlah dia menghirup udara segar selama beberapa hari. Biar dia nikmati dulu hari-hari seperti biasa sebelum masuk ke arus besar yang mungkin bisa menghanyutkannya. Kalau dia hadir hari ini dan dinyatakan sebagai tersangka, kan rasanya sayang banget. Lebih baik hadiri pemanggilan kedua aja atau pemanggilan ketiga.

Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri atau sembunyi. Kalau pun bisa lolos dari kasus ini, warga Kalimantan mungkin takkan tinggal diam.

Tapi saya masih penasaran, apakah tidak ada tukang demo yang mau melakukan aksi bela Edy? Biasanya mereka ini begitu gampang bikin aksi entah bela siapa saja. Tapi mereka kok diam ya? Apakah mereka juga tak mau ikut campur? Apakah mereka juga takut dan gemetar memikirkan efeknya kalau terang-terangan bela Edy? Atau bohir tak kasih logistik?

Kalau begini kan lebih adem. Biarkan terlapor jalani proses hukum tanpa ada yang campur tangan, tanpa demo gunakan mobilisasi massa untuk menekan, tanpa teriakan tak jelas yang ujung-ujungnya salahkan Jokowi dan suruh dia turun dari jabatannya.

Kan, dulu Ahok saat dilaporkan dan diadili, kelompok sebelah meminta jangan ada yang ikut campur apalagi intervensi kasus Ahok. Sekarang saatnya mereka patuh aturan, atau lebih tepatnya dipaksa untuk patuh aturan. Dipaksa karena takut, hehehe. Jangan dikit-dikit teriak otoriter, rezim antek asing dan China, PKI entah di mana.

Bagaimana menurut Anda?

https://news.detik.com/berita/d-5918238/edy-mulyadi-tak-penuhi-panggilan-polisi-soal-jin-buang-anak.