Politik

Dianggap Pencitraan, Bantuan dari Ganjar dikembalikan.

Adin 16 days ago 1.5k

Citra positif sangat diperlukan bagi para elit partai, tokoh nasional untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti. Karena dengan citra yang positif simpati dan suara masyarakat otomatis akan tergiring kepada dirinya.

Sikap Joko Widodo yang sering mengunjungi masyarakat, mengobrol, bercanda secara langsung dengan masyarakat oleh sebagian pihak dianggap pencitraan. Tapi betul tidaknya dugaan tersebut dapat dilihat dari tindakan Jokowi sekarang ini. Walaupun sudah tidak mempunyai kepentingan di Pilpres, kebiasaan Jokowi untuk blusukan, berbicara langsung dnegan masyarakat tidak hilang.

Jadi hal yang dianggap pencitraan, bagi Presiden Jokowi adalah merupakan kebiasaan. Berkomunikasi langsung dengan masyarakat selain demi mengetahui kondisi masyarakat secara langsung, mengetahui kesulitan yang sedang dialami masyarakat, juga bisa membuat Presiden tertawa.

Hasil survey berbagai lembaga menyimpulkan bahwa tiga besar kandidat Capres adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Ketiga orang ini jika benar ingin maju jadi Capres harus mempunyai citra positif di mata masyarakat.

Prabowo Subianto saya rasa cukup sukses mencitrakan dirinya dengan positif di mata masyarakat. Kinerja sebagai Menteri Pertahanan dinilai sangat baik dan terlihat terpakai oleh Presiden Jokowi.

Kedekatan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi otomatis mengangkat citra positif Prabowo. Tak heran jika elektabilitas Prabowo sangat tinggi bahkan menjadi paling tinggi diantara kandidat lainnya.

Kabar terbaru tentang pencitraan datang dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kader PDIP ini mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Karena bantuan dari Ganjar untuk kader PDIP dianggap pencitraan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi rumah Kader PDI Perjuangan (PDI-P) asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Fajar Nugroho di sela kunjungan kerjanya, Minggu (10/1/2022). Ganjar menyambangi kediaman Fajar Nugroho, di Dusun Mungseng, RT 001 RW 001, Desa Kemantenansari, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

Ganjar mendengar kabar bahwa Fajar yang merupakan kader PDI-P itu hidup serba kekurangan. Rumah Fajar jauh dari kata layak. Ganjar kemudian memberikan dan menawarkan sejumlah bantuan saat itu.

Namun, beberapa hari setelah kunjungan Ganjar, Fajar berencana mengembalikan bantuan dari gubernur. Fajar yang merupakan kader PDI-P asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dan juga Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-P Kecamatan Temanggung, itu tidak ingin kondisi kemiskinan dirinya dan keluarga merendahkan martabat partai. Dia juga mengaku tidak rela menjadi obyek pencitraan yang diduga dilakukan Ganjar.

Dari kejadian ini saya kira ada beberapa hal yang menyebabkan bantuan Ganjar akan dikembalikan. Pertama, Fajar yang merupakan kader PDIP merupakan orang yang cukup idealis. Dia sosok orang yang tidak mudah menerima bantuan orang lain walaupun sebenarnya dirinya pun memerlukannya. Orang seperti ini di jaman sekarang cukup langka dan sangat antik, sehingga perlu dilestarikan alias diapresiasi.

Kedua, Fajar merasa bahwa Ganjar benar-benar hanya sedang melakukan pencitraan. Bukan benar-benar mempunyai niat membantu. Karena kejadian Ganjar memberikan bantuan kepadanya ada di channel Youtube.

Anggapan Fajar bisa saja Ganjar memberikan bantuan hanya untuk konten belaka, tidak benar-benar ikhlas ingin membantu.

Ketiga, Fajar merupakan orang yang pro Puan Maharani. Sehingga dia merasa tidak enak jika bantuan Ganjar dia terima. Jika bantuannya datang dari pihak Puan Maharani mungkin lain ceritanya.

Keempat, sepertinya Fajar merasa tersinggung. Fajar tidak menyangka jika video kunjungan tersebut bakal diunggah di YouTube pribadi Ganjar. Dia menjadi kesal karena video itu diberi judul 'RUMAH REYOT KADER PDI PERJUANGAN DI TANAH BENGKOK'.

Fajar merasa tersinggung, karena judul video tersebut mencantumkan nama partainya. Dia merasa dirinya mencoreng nama baik PDIP. Jika judulnya tidak ada nama PDI Perjuangan mungkin Fajar akan menerimanya.

Saya rasa admin channel Youtube Ganjar Pranowo harus diberikan edukasi. Sehingga dalam pengelolaan channel youtubenya lebih berhati-hati. Karena unggahan video tersebut sangat berkaitan dengan partai politik.

Masalah ini jadi sensitif karena Ganjar merupakan salah satu kader PDIP yang merupakan kandidat kuat Capres. Tetapi di internal PDIP sendiri, Ganjar Pranowo seolah diabaikan. PDIP lebih memilih Puan Maharani yang merupakan putri mahkota sebagai kandidat Capres 2024. Padahal popularitas dan elektabilitas Puan sangat jauh daripada Ganjar Pranowo.

Sumber :

https://regional.kompas.com/read/2022/01/13/050900878/duduk-perkara-fajar-kembalikan-bantuan-ganjar-pranowo-merasa-jadi-obyek?page=all