Politik

Demokrat Panik! Nasdem Mengusulkan Yenny Wahid Dampingi Anies.

Tunny a year ago 1.1k

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mendorong agar putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, dipilih menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk mendampingi Anies Baswedan.

Manuver yang dilakukan partai Nasional Demokrat ini akhirnya sampai juga ke telinga partai Pepo alias Partai Demokrat. Waduh! Panik dong pastinya.

Saking paniknya Susilo Bambang Yudhoyono langsung memerintahkan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra untuk segera bersikap. Begitulah SBY dengan segala taktiknya. Kelihatan tak turun gunung padahal Memeng tak pernah naik gunung.

Mahendra sebagai abdi dalem dari kerajaan Cikeas ini langsung beraksi. Ia mengingatkan Nasdem untuk mematuhi isi nota perjanjian pembentukan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Tampaknya Susilo Bambang Yudhoyono khawatir jika Nasdem mengintervensi Anies Baswedan dalam memilih bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi dirinya.

Konon saat ini Anies sudah memilih satu nama cawapres yang masih disimpannya dari publik. Nah, dari sinilah Partai Demokrat ingin keputusan itu mestinya dihormati oleh semua pihak di internal KPP.

Herzaky tak ingin, keleluasaan Anies untuk memilih pasangannya diintervensi oleh pihak-pihak tertentu. Sebagaimana dalam beberapa media ia berkoar-koar sesuai pesanan raja Cikeas.

“Kalau Mas Anies sudah memilih, janganlah diganggu-ganggu, jangan dijegal-jegal, jangan diotak-atik. Biarkan Mas Anies dong,” sebutnya di kompas.com.

Susilo Bambang Yudhoyono tentunya takut jika bukan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bakal calon presiden. Sehingga ia selalu melakukan manuver yang berlebihan mulai dari memasang Denny Indrayana sebagai juru propaganda hingga mengancam koalisi persatuan untuk perubahan.

Padahal sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui kekhawatiran akan potensi 'penggembosan' pencapresan Anies Baswedan serta Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) menjadi alasan Demokrat meminta atau bahasa halusnya "mengancam" pengumuman cawapres dipercepat paling tidak pada Juni 2023.

Lah!! Ini saja sudah pada akhir-akhir bulan Juni, malah harus menunggu Anies Baswedan pulang dari tanah suci lagi! Inilah kenapa Demokrat dinilai sangat bernafsu dan justru terlihat sekali tak teguh pendirian.

Giliran Partai Om Brewok meminta atau mengusulkan nama Yenny Wahid langsung pada panik dan berubah haluan dengan meminta agar tidak di intervensi Anies Baswedan hingga nanti ketika Anies Baswedan pulang dari tanah suci dan mengumumkan calon wakil presiden yang mendampinginya. Loh! Katanya ultimatum waktunya bulan Juni kok bisa di undur lagi ya?

Lagian juga sampai saat ini Demokrat dan PKS belum sama sekali mengeluarkan atau menyiapkan logistik bagi Anies Baswedan.

Selama ini Anies Baswedan wara-wiri keliling sambil mengumbar retorika omong kosongnya itu dibiayai oleh Om Brewok, jadi wajar saja jika Om Brewok yang mengusulkan nama!

Begitulah rumput yang bergoyang.