Politik

Bingung Sama Orang Ini, Komnas HAM Tolak Hukuman Mati Herry Wirawan.

Xhardy 7 months ago 1.8k

Terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh jaksa, yang menilai hukuman itu sesuai dengan perbuatan Herry Wirawan. Selain itu, jaksa juga meminta hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa kebiri kimia kepada terdakwa, serta denda uang dan pelelangan aset.

Sebenarnya, jauh sebelum tuntutan dari jaksa, masyarakat sudah mengutuk Herry dan berharap agar orang ini dihukum mati atas perbuatannya yang mengerikan.

Biasanya, kalau ada kasus yang melibatkan potensi hukuman mati terhadap terdakwa akan ada yang teriak soal HAM. Dalam kasus Herry, Komnas HAM ikut buka suara terkait tuntutan hukuman mati.

Komnas HAM menyatakan tidak setuju dengan tuntutan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Herry Wirawan. Komnas HAM menilai hukuman mati bertentangan dengan prinsip HAM.

"Komnas HAM tidak setuju penerapan hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

Dia mengatakan hak hidup seseorang tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun. Termasuk untuk menghukum. Selain itu dia menegaskan pihaknya tidak setuju dengan hukuman kebiri kimia yang mungkin diterapkan kepada Herry Wirawan karena itu adalah penghukuman yang kejam dan tidak manusiawi.

Memang tidak heran banyak yang menginginkan agar Komnas HAM ini dibubarkan saja. Komentarnya ini terlalu tendensius dan tidak melihat secara adil. Komnas HAM peduli dengan kelakuan biadab, tak boleh dihukum mati, tak boleh dikebiri, tapi tidak melihat konteks korban yang mungkin akan mengalami trauma berkepanjangan.

Komnas HAM tampaknya terlalu meremehkan trauma yang kadang tidak bisa disembuhkan dan penyandangnya harus menderita seumur hidup.

Masa lalu kelam para korban akan terus terbawa seumur hidup, menjadi lembaran hitam yang tidak mungkin terhapus dari ingatan. Penderitaan ini jauh lebih buruk daripada hukuman mati yang diterima terdakwa.

Para santriwati juga punya hak hidup dan mengejar masa depan. Tapi gara-gara Herry, masa depan mereka hancur total. Belum lagi beban berat rasa malu yang harus dipikul seumur hidupnya. Apakah Komnas HAM terlalu buta sehingga tidak melihat kondisi psikologis korban pemerkosaan? Komnas HAM terlalu membabi buta merespons soal kasus yang menyangkut hukuman mati. Orang macam apa yang bisa-bisanya masih memikirkan HAM orang yang berulang kali melakukan perbuatan biadab?

Bagaimana HAM dari korban? Bagaimana pula dengan HAM anak yang lahir dari hasil pemerkosaan tersebut? Apakah Komnas HAM memikirkan bagaimana anak-anak tersebut nanti saat sudah besar ketika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Dan orang ini dengan pedenya masih sibuk ngoceh soal HAM terdakwa? Dunia sepertinya memang sudah terbalik.

Komnas HAM dari dulu sering disebut lembaga tak berguna, sering cari panggung, asal teriak tapi selalu berat sebelah dan tidak pernah melihat dari kedua pihak. Di satu kasus, mereka rajin teriak dan membela mati- matian, tapi di kasus yang lain, mereka pura-pura tidur seolah tak tahu atau pun.

Lalu apa rekomendasi orang ini? Beka mendorong agar Herry Wirawan diberi hukuman berat maksimal. "Betul, Komnas sangat mendukung hukuman maksimal, karena kejahatannya, korbannya banyak dan sebagian anak-anak. Saya setuju Herry Wirawan dihukum berat," katanya.

Hukuman maksimal kayak gimana? Kan memang hukuman maksimal itu hukuman mati. Hukuman seumur hidup? Atau disuruh push-up sehari seribu kali? Komnas HAM sama saja tidak beri solusi, hanya modal bela HAM lalu selesai. Kalau hukuman kepada terdakwa dianggap tidak manusiawi, jadi pemerkosaan yang dilakukan terdakwa termasuk apa?

Ini masalah hukum yang memiliki konsekuensi timbal balik dari perbuatan yang dilakukan. Melakukan pelanggaran maka akan dihukum sesuai perbuatannya. Melakukan pelanggaran super berat, maka hukumannya bisa maksimal.

Saran aja nih, kalau memang komisioner Komnas HAM ini jantan dan bukan pengecut, silakan kunjungi keluarga korban lalu silakan ngomong Komnas HAM menolak hukuman mati kepada terdakwa karena tidak manusiawi. Kita lihat apa yang akan terjadi kemudian.

Berani gak lakukan itu? Kalau gak berani, jangan ngomong sembarangan yang bikin banyak orang geram. Nanti rame-rame teriak bubarkan Komnas HAM, pada mewek dan marah. Dasar.

Bagaimana menurut Anda?

https://news.detik.com/berita/d-5895562/komnas-ham-tolak-hukuman-mati-kebiri-bagi-herry-wirawan-pemerkosa-13-santri