Politik

Bagi Prabowo Cawapres Ini Bisa Jadi Kartu Mati Penggerus Suara.

Adin a month ago 1.3k

Berbagai partai politik mengadakan Rakernas, Silatnas atau apapun namanya. Intinya untuk mengadakan musyawarah bersama, merapatkan barisan bagaimana menyikapi Pemilu tahun 2024 yang semakin dekat.

Agenda utama yang dibahas dalam Rakernas adalah penentuan Capres atau paling tidak memutuskan sikap dalam merespon Pilpres yang semakin dekat.

Silaturahmi politik gencar dilakukan oleh berbagai partai politik. Mereka berusaha pencari partai politik lain yang mau dan cocok diajak berkoalisi atau menjadi mitra politik. Untuk menghadapi Pemilu, berkoalisi lebih baik dibanding hanya sendirian.

Salah satu silaturahmi politik yang mendapat sorotan adalah kunjungan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke rumah kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara.

Malam mingguan mereka spesial karena berusaha merajut cinta politik mewujudkan pasangan Capres dan Cawapres. Hal ini sangat penting demi persiapan lebih awal menghadapi Pilpres 2024.

Pertemuan di malam minggu tersebut, ditindaklanjuti pada hari Rabu. Berdasarkan foto pertemuan yang diterima, Rabu (22/6) kemarin, tampak hadir Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Waketum PKB Jazilul Fawaid, dan Ketua DPP PKB Syaiful Huda. Sementara itu, petinggi Gerindra yang hadir adalah Sekjen Ahmad Muzani, Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, dan Waketum Sugiono.

Rencana duet Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024 mencuat usai keduanya menggelar pertemuan. Tapi saya kira Prabowo harus sangat berhati-hati menyikapi pendekatan yang dilakukan Cak Imin. Karena Prabowo kurang cocok dengan Cak Imin.

Prabowo membutuhkan cawapres yang bisa mengunci kemenangan, menambal kekurangan dan membantu menambah suara secara signifikan. Dalam simulasi survei apabila Prabowo berduet dengan cawapres yang lemah secara elektabilitas justru akan menggerus suara.

Untuk itu Prabowo masih butuh opsi lain cawapres di luar Cak Imin. Karena untuk 2024 target Prabowo harus menang. Pilpres 2024 merupakan momen emas bagi Prabowo. Elektabilitas dan popularitas paling tinggi dan Jokowi sudah tidak bisa ikut Pilpres.

Sejarah Prabowo yang sudah ikut Pilpres 3 kali serta selalu kalah harus menjadi pengingat. Tahun 2024 nanti Prabowo sangat wajib menang jika tidak ingin kembali menanggung malu kekalahan. Memilih Cawapres terbaik adalah salah satu unsur penting yang menentukan kemenangan Prabowo di Pilpres nanti.

Jika di simak lebih teliti, isu duet Prabowo-Cak Imin hanya santer digaungkan elite PKB. Sementara, elite Gerindra terlihat masih pikir-pikir. Hal ini mengindikasikan bahwa sosok Cak Imin tidak begitu menarik bagi mereka.

Sepertinya hanya PKB yang terlalu percaya diri dan kegeeran dari beberapa kali pertemuan dengan Prabowo. Karena banyak juga partai lain yang mendekati Prabowo tapi tak langsung klaim siap duet.

Sumber :

https://nasional.kompas.com/read/2022/06/20/08004461/pertemuan-prabowo-cak-imin-yang-berujung-klaim-terbentuknya-koalisi?page=all