Politik

Anies yang Koar-koar, Ganjar yang Menenangkan.

Nikmatul Sugiyarto a year ago 792.0

Tuhan menciptakan manusia dengan beraneka ragam sifatnya. Kalau semua punya sifat yang baik-baik, maka rasanya kurang menantang, serasa tidak memiliki ujian hidup gitu. Karena dengan bermacam-macam sifat, manusia dapat saling melengkapi.

Ada yang pendiam, maka ditemukanlah dengan orang humoris atau orang yang banyak mengeluarkan kata-kata untuk membuat hidupnya ramai dan penuh warna. Ada pula yang sukanya bikin huru-hara, maka ditemukanlah dengan orang yang suka menenteramkan.

Contohnya saja yang sekarang ada di hadapan kita, yakni sifat dan sikap politisi tanah air yang masuk dalam bursa capres 2024. Tidak semuanya buruk, tapi kebanyakan dari mereka memang memiliki ciri khas masing-masing yang membedakan satu sama lain.

Seperti halnya Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang amat bertolak belakang. Kita masukkan saja mereka pada fenomena yang akhir-akhir ini terjadi. Anies menggembar-gemborkan tentang pemerintah dan menyindir capres yang ciri-cirinya semua ada pada sosok Ganjar.

Perlahan tapi pasti, eks Gubernur DKI Jakarta satu itu termakan dengan omongannya sendiri. Ya seperti senjata makan tuan. Dia kritik habis-habisan kendaraan listrik yang sedang digalakkan pemerintah Jokowi di Indonesia, tapi tak melihat maha karya super mewahnya yakni sirkuit balap mobil listrik. Yang mana menelan banyak biaya, hingga mengabaikan warganya yang menjerit karena kebutuhan tidak terpenuhi.

Akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bahkan yang punya ide pun turut hadir bersama keluarganya. Potret selfi Anies di tengah antrean menjadi pusat perhatian jagat raya.

Dengan kepala tegak, ia banggakan diri bahwa kedatangannya bukan melalui undangan melainkan tiket yang dibeli sendiri. Headline berita sampai heboh dengan pernyataan beli tiket sendiri sang bacapres, tanpa terkecuali daftar komen dalam postingannya.

Lihat kawan, kemarin yang petantang-petenteng bilang kunjungannya di tengah masyarakat tak pernah bawa kamera! Ya begitulah, kemarin bilangnya apa, beberapa hari kemudian sudah mulai cari perhatian dengan postingan mengantre beli tiket bersama masyarakat lainnya.

Bukan sekali dua kali, ucapan Anies memang selalu mendatangkan masalah. Ketidakkonsistensiannya ini bukan hanya di mulut saja, namun juga pada tindak-tanduknya.

Sedikit munafik, nyatanya kamera selalu mengitarinya. Tak hanya itu, ada video memperlihatkan Anies sedang berbicara dengan juru kamera saat melihat bidikan yang diambil dari kunjungannya di tempat pembuangan sampah.

Ups sorry, sudah dipersilahkan Ganjar juga ya sepertinya, siapapun capresnya yang mau memposting kegiatan di akun medsosnya tidak jadi masalah. Tapi enggak yang berlebihan seperti Pak Anies ini juga ya. Terlihat kontras saja dengan yang kemarin-kemarin.

Apa yang dilakukan oleh Anies ini memang menimbulkan huru-hara, kerena yang keluar dari mulutnya tidak sinkron dengan realita. Kendati demikian, ada sosok yang amat berlawanan dengannya.

Dia Ganjar Pranowo, capres PDIP yang menempati hasil survei di posisi lebih unggul dari capres Nasdem itu. Ganjar bukan pemimpin yang suka mengumbar janji, dia juga bukan sosok yang suka lari dari masalah.

Seperti yang sudah-sudah, daripada sibuk kritik sana-sini lebih baik ia gunakan waktunya dengan hal yang bermanfaat. Misalnya memberi wejangan untuk warga dan semua yang ada di barisan Ganjar Pranowo, untuk ikut berpartisipasi menjaga kesehatan demokrasi di negara ini.

Menjauhi politik SARA, bully, hoax hingga fitnah adalah hal-hal yang selalu ia tekankan selama ini. Hal semacam beli tiket sendiri dalam setiap event itu sudah menjadi keharusan baginya. Disaat Anies lebay memamerkan diri membeli tiket dengan uang pribadi, Ganjar sudah selalu melakukan hal itu. Jelas sekali karena Ganjar tak ingin ada gratifikasi, yang menggerogoti kepentingan umum melalui jabatannya.

Jika Anies adalah politisi yang inkonsisten dengan segala ucapannya, Ganjar adalah sosok yang menjaga konsistensiannya. Entah dalam lisan maupun tindak-tanduknya, sebagai pemimpin di Jateng.

Ambil saja satu contohnya yang ia tampilkan di publik dalam medsosnya. Ada laporan tentang kinerja, ada aspirasi, kritik, saran dan masih banyak lagi ragamnya. Sampai-sampai Anies menyindir tentang keaktifannya di medsos.

Anehnya, apa yang dikritiki Anies itu kini menjadi metode baru, untuk mengaktifkan medsosnya dengan kegiatan sebagai capres. Bukan lagi mengundang excited publik, justru yang dilakukan Anies malah menuai banyak kritik.

Yang biasanya hanya pamer kegiatan partai koalisinya, sekarang olahraga yang pernah disindirkan untuk Ganjar, sampai mengantre tiket rela ia posting untuk memberitahu publik apa kegiatannya.

Semakin terlihat bukan, mana yang sederhana, mana yang pamer? Mana yang menggunakan medsos dengan bijak, dan mana yang hanya sekedar untuk pansos? Semua tabir kepalsuan semakin menganga besar. Rakyat bakal tahu, mana pemimpin yang pura-pura berkorban demi kekuasaan dan mana pemimpin yang sungguh-sungguh menjalankan amanatnya demi kepentingan negara.

So, dengan begitu kamu masih bingung antara Ganjar dan Anies? Sudah tersodor semua alasan mengapa Ganjar jauh berbeda dengan Anies, jadi kenapa masih meragu? Tersiar kabar sih beberapa simpatisan Anies sudah berpindah hati ke Ganjar. Ya, ikut senang saja, karena dengan begitu artinya mereka sudah sadar siapa pemimpin yang pantas dan layak didukung untuk membawa negeri ini dan rakyatnya makmur.