Politik

Ancam Blokir Melulu, Sehabis X, Kini Giliran Telegram.

Xhardy a month ago 334.0

Kalian sadar gak sih, pemerintah khususnya Menkominfo dari dulu suka sekali blokir sana blokir sini tanpa ada hasil yang signifikan?

Entah apa kerja Menkominfo sehingga menjadi menteri yang paking dibully saat ini. Yang terbaru adalah ketika Menkominfo mengancam akan menutup X jika tetap nekat menayangkan postingan berbau pornografi. Tapi sayang gertakan ini cuma gertak sambal yang kebanyakan gula. Manis dan tidak pedas. Elon Musk malah gak peduli. Hingga akhirnya, Menkominfo bilang tidak akan menutup X tapi akan melarang tayangan pornografi. Entah gimana caranya, terserah mereka lah. Dari dulu menterinya jarang yang ahli dan kompeten.

Sekarang, muncul lagi berita Menkominfo akan memblokir Telegram karena banyak postingan yang mempromosikan judi online dan juga pornografi. Kita lihat apakah ancaman ini pedasnya kayak sambal geprek level 10 atau cuma sambel kebanyakan gula.

Sungguh mengherankan sekaligus membagongkan, sekelas menteri kerjanya asik blokir, blokir dan blokir. Kenapa saya bilang ini solusi orang malas?

Karena media sosial itu hanya perantara, hanya wadah yang menampung banyak hal. Mereka pikir, dengan memblokir media sosial, judi online dan pornografi akan hilang. Itu salah total. Yang dimatikan hanya wadah perantara.

Begitu satu media sosial hilang, judi online dan pornografi akan pindah ke platform lain. Lalu diblokir lagi, pindah lagi, blokir lagi, pindah lagi, begitu seterusnya kayak Tom and Jerry yang kejar-kejaran tiada akhir. Kapan selesainya? Sampai kiamat mungkin. Belum lagi ada VPN yang bisa melewati pemblokiran. Selain itu bisa install aplikasi di website resminya. Entah siapa yang pinter, saya pun tidak ngerti.

Inilah mengapa saya sebut banyak menteri yang tidak bisa kerja, tidak paham masalah, lalu keluarkan solusi asal-asalan. Mematikan media sosial, hanya untuk membasmi satu aspek tapi orang lain yang merasakan manfaat dari media sosial itu malah ikut diberantas. Ada seekor dua ekor tikus di lumbung padi, solusinya bakar lumbungnya. Gak peduli padi berton-ton ikut terbakar asalkan tikusnya mati. Ini benar-benar pola pikir yang sangat amatiran.

Gimana Indonesia bisa maju, kalau sebuah masalah diselesaikan dengan solusi yang tidak ada endingnya? Menteri tidak kompeten, cuma bisa gertak, hasilnya semua orang dibikin repot.

Lucunya, sampai saat ini belum ada satupun aplikasi media sosial buatan lokal yang benar-benar bisa setara dengan yang kita pakai saat ini. Mau dibasmi pula, bukannya fokus pada pencegahan judi online dan pornografi. Medianya yang dihancurkan. Benar-benar solusi yang layak diberikan life time achievement award.

Bagaimana menurut Anda?